Regenerasi Pelaku Kriminal, Residivis Ajari Pemula

Mataram (Suara NTB) – Polres Mataram menangkap 29 tersangka pelaku curanmor dan curat. Hasil analisisnya, para tersangka curanmor merupakan sindikat. Sementara tersangka curat pemula adalah hasil didikan para residivis. Hal ini menggambarkan pola regenerasi pelaku kriminal di daerah ini.

“Modus curanmor ini rata-rata dengan kunci T. Memang terindikasi adanya suatu komplotan atau sindikat,” jelas Kapolres Mataram, AKBP Heri Prihanto, Senin, 13 Februari 2017 didampingi Wakapolres, Kompol I Made Baduarsa, Kabag Ops, Kompol Mujahidin, dan Kasatreskrim, AKP Kiki Firmansyah Effendi.

Sindikasi komplotan curanmor itu merunut para pelaku eksekutor curanmor dengan pelaku penadahan motor hasil curian.

Ia merinci dari 29 tersangka yang ditangkap itu, sembilan orang diantaranya pelaku curanmor, dan 20 orang sisanya merupakan pelaku curat. dari total tersangka itu juga tercatat 15 orang pernah merasakan jeruji penjara alias residivis.

Baca juga:  Satpam Diduga Curi Laptop Penghuni Kos

Menurut Heri, para residivis itu pula yang mengajak orang lain untuk ikut berbuat kejahatan. “15 residivis ada juga pemain baru. Residivis ini yang ngasih pelajaran ke pemain baru,” bebernya.

Adapun barang bukti diduga hasil curian yang diamankan, antara lain 15 kendaraan roda dua, satu roda empat, 10 alat-alat elektronik berupa laptop, telepon genggam, televisi, dan proyektor. 28 barang berharga lainnya, seperti karpet, mesin pertukangan, dan peralatan rumah tangga.

Sebanyak 24 kasus 3C – Curat, Curas, dan Curanmor – diungkap Satreskrim Polres Mataram mulai tanggal 1 hingga 13 Februari Operasi Jaran 2017 berjalan.

Baca juga:  Dua Terduga Pelaku Curas Ditangkap Polisi

Dari awal perencanaan operasi, kata Heri, pihaknya menargetkan pengungkapan empat kasus 3C. “Empat TO (target operasi) sudah ditangkap. Ditambah dengan 20 kasus non-TO,” sebutnya.

Menilik hasil tersebut, ia menyatakan ada peningkatan kuantitas pengungkapan kasus jika dibanding operasi yang sama pada tahun 2016 lalu. “Tahun lalu 16 kasus, tahun ini 24. Jadi ada peningkatan,” terangnya.

Hal itu seiring pula dengan penurunan kasus kejahatan 3C di wilayah hukum Polres Mataram sebesar 42 persen, yakni dari 30 kasus dalam dua minggu sebelum operasi berjalan menjadi 15 kasus pada saat operasi berjalan.

Sebaran lokasi yang menonjol menjadi sasaran pelaku kejahatan antara lain Kecamatan Cakranegara, Kecamatan Mataram, dan Kecamatan Sekarbela. (why)