MUI Minta Aisyah Ditahan Agar Tak Picu Keresahan

Mataram (suarantb.com) – MUI NTB mendesak agar Polda NTB menahan Siti Aisyah, sang pemilik Rumah Mengenal Al-Quran (RMA), jika ia tidak bertobat dan tetap melanjutkan aktivitasnya yang menyimpang dari ajaran Agama Islam.

Demikian disampaikan Ketua MUI NTB, Prof. H. Syaiful Muslim, Senin, 6 Februari 2017.

Syaiful menegaskan jika Aisyah tidak mau bertobat dan menghentikan kegiatannya dan tetap memprovokasi masyarakat, MUI NTB meminta agar Aisyah ditahan dan diproses secara hukum.

Sebab, dikhawatirkan aktivitas Aisyah melalui RMA ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Kalau dia tidak mau bertobat mengikuti fatwa Majelis Ulama Indonesia, ya kita minta supaya polisi menahannya dan memproses secara hukum,” katanya.

Sebelumnya MUI NTB telah menyatakan segala aktivitas Aisyah melalui RMA sesat. Sebab ia mengingkari hadis Nabi Muhammad. Syaiful Muslim menegaskan pihaknya telah mendapatkan pemberitahuan akan adanya gelar perkara kasus ini, hari ini. Melalui gelar perkara diharapkan ditemukan titik

terang mengenai kasus yang diduga masuk dalam kategori penistaan agama ini.

“Sekarang kan dia belum jadi tersangka. Nanti setelah gelar perkara ini, akan diputuskan kasusnya diteruskan atau akan dihentikan,” ujarnya. “Kita juga masih curiga siapa yang ada di belakangnya dia, siapa penyandang dana dan motivasinya apa. Tapi itu semua kita serahkan sepenuhnya ke polisi,” tambahnya.

Sementara Siti Aisyah yang dikonfirmasi suarantb.com melalui pesan singkat mengakui bahwa ia belum mendapat kabar apapun terkait gelar perkara yang dilakukan hari ini.

“Saya belum dapat kabar, saya masih tunggu saja,” katanya.

Ia pun menyatakan telah pasrah atas apa yang menimpanya dan berserah pada kuasa Allah SWT semata. “Rencananya saya ikuti saja semua alurnya. Prepare dan percaya diri dengan kekuatan Allah yaitu semua ayat-ayat-Nya. Saya akan menjelaskan apa yang ditanyakan dan apa yang ingin diketahui,” jelasnya. (ros)