Ini Tanggapan Aisyah atas Komentar TGB Soal Dana Operasional RMA

Mataram (suarantb.com) – Setelah menunggu selama dua hari, akhirnya pemilik ‘Rumah Mengenal Al-Qur’an’ (RMA) yang diduga menyebarkan aliran sesat, Siti Aisyah bersedia buka suara.

Sebelumnya Gubernur NTB, Dr. TGH. M. Zainul Majdi atau Tuan Guru Bajang (TGB) sempat mempertanyakan soal sumber dana operasional lembaga tersebut. Sikap TGB ini cukup beralasan mengingat dana yang digunakan untuk menyewa ruko di daerah Pagutan, Mataram itu tentulah tidak kecil.

Terkait ini, Siti Aisyah yang ditemui wartawan di salah satu hotel di Mataram, Kamis, 2 Februari 2017 menyatakan sumber dana operasional RMA berasal dari kantong pribadinya sendiri.

“Saya rela keluar uang jadi modal untuk jihad. Yang saya keluarkan ini ndak seberapa dibanding siksaan yang akan saya dapat kalau tidak menyebarkan kebaikan. Saya lebih takut disiksa di neraka,” kata Aisyah.

Dana yang digunakan bersumber dari hasil usahanya di Sumbawa. Di Sumbawa, ia memiliki sebuah toko pakaian. Selain itu ia juga mengaku menjual beberapa asetnya sebagai tambahan dana dalam menjalankan aktivitasnya.

Dana yang dikeluarkan Aisyah terbilang besar. Sewa ruko di lokasi strategis seperti Jalan Bung Karno, Mataram mencapai Rp 100 juta per tahun. Ia juga harus mencetak ribuan selebaran yang dibagikan setiap hari ke berbagai

tempat. Ia juga harus merogoh kocek untuk iklan fanpage di media sosial Facebook dengan target menyasar pengguna Facebook di ratusan negara.

“Akun Facebook kita sampai kemarin sudah diakses oleh pengguna Facebook dari 135 negara non Muslim. Sedangkan target saya itu 162 negara non Muslim,” katanya.

Sang anak, Lutfi Arroji yang setia mendampingi Aisyah menyampaikan ibunya telah rela mengeluarkan banyak uang untuk menyampaikan  apa yang disebutnya kebenaran. “Semuanya tidak ada yang gratis,” kata Lutfi.

Aisyah juga mengaku pernah berdakwah hingga ke Amerika dan negara Arab. Dan melanjutkan aktivitas tersebut ke berbagai daerah di Indonesia sebelum menetap di Mataram sejak Oktober 2016.

“Saya pernah ke luar negeri ke Amerika dan negara Arab. Saya sendiri juga sudah keliling di 15 ibukota provinsi. Kemudian setelah dia (Lutfi) lulus, dia mau nemenin saya. Kemudian kita bawa mobil berdua kelilingin Pulau Jawa. Total 23 kota sudah kita datangi,” paparnya.

Sebelumnya TGB menduga ada aktor penyokong dana untuk membiayai kegiatan Aisyah.

“Ini pengelolanya menyewa di ruko yang mahal, rukonya bagus. Dia juga punya selebaran yang berwarna dan bagus. Perlu dicek siapa yang ada di belakangnya,” kata TGB pada Selasa, 31 Januari 2017. (ros)