Pria Malaysia Bawa Sabu ke NTB Lewat Anus

Mataram (Suara NTB) – Seorang warga negara Malaysia, MR bin MH (35) ditangkap petugas gabungan bandara Lombok International Airport, Senin, 23 Januari 2017. Pria itu menyembunyikan 134 gram sabu di dalam anus. Ditangkap pula dua orang kurirnya, MY (39) dan RA (20).

Kasi Kepatuhan Internal dan Penyuluhan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean C Mataram, Andi Herwanto, mengatakan modus penyelundupan yang dilakukan tersangka MR merupakan kali pertama terjadi di NTB.

“Itu disimpan di dalam tiga kapsul. Satu ditelan, dua dimasukkan ke dalam anus dibungkus dengan karet lateks seperti kondom,” ujarnya, Kamis, 26 Januari 2017 dalam konferensi pers di kantornya. Turut hadir diantaranya, perwakilan TNI AU, TNI AD, PT Angkasa Pura, Ditresnarkoba Polda NTB, dan Badan Narkotika Nasional (BNNP) NTB.

Andy menjelaskan, terungkapnya kasus itu berawal dari informasi intelijen tentang adanya upaya penyelundupan narkoba dari Malaysia ke Indonesia. Informasi itu ditindaklanjuti dengan pemeriksaan intensif terminal kedatangan internasional, Senin, 23 Januari 2017 lalu.

MR yang sudah dicurigai petugas Bea Cukai LIA menumpang pesawat Air Asia AK306. Warga Malaysia yang terbang dari Kuala Lumpur International Airport (KLIA) itu tiba di Lombok pukul 19.20 Wita.

Kecurigaan petugas, kata Andi, pada awalnya tidak terbukti. Tersangka pada saat diperiksa sempat mengelak. Sebab, hasil pindai X-ray terhadap barang bawaan tidak terdeteksi adanya sabu tersebut.

Namun, sambung dia, pihaknya tak habis akal karena tersangka menunjukkan kecurigaan lain dari gerak-geriknya. “Selanjutnya, kita rontgen dia. Baru ketahuan,” ungkapnya.

“Hasil pindainya menunjukkan ada image benda asing di saluran pencernaan di bagian anus. Tersangka kemudian diminta buang air besar. Yang keluar tiga kapsul berisi kristal bening sabu,” imbuh dia.

Tiga kapsul itu beratnya mencapai 134 gram sabu. Dari hasil pemeriksaan, tersangka mengaku satu kapsul seberat 25,53 gram dimasukkan dengan cara ditelan. Sementara dua kapsul yang dimasukkan ke anus masing-masing beratnya 52,40 gram dan 49,51 gram.

Andy menjelaskan, modus itu memang ide dari tersangka sendiri dengan niatan untuk mengelabui pengamanan bandara yang dikenal ketat. “Buktinya saja dia merasa nyaman barang itu ada di tubuhnya. Dia tidak merasa ada keluhan kesehatan,” terangnya.

Pemain Lama

Tertangkapnya MR tak membuat penyelidikan berhenti. Dari keterangan MR dikembangkan ke tersangka lain yang diduga sebagai pemesan barang

Dua tersangka lain, MY dan RA ditangkap Selasa, 24 Januari 2017 pagi di salah satu hotel di kawasan LIA, Praya, Lombok Tengah saat hendak bertransaksi dengan tersangka MR.

Kabid Pemberantasan BNNP NTB, AKBP Denny Priadi mengatakan, dua tersangka itu diduga sebagai kurir dan pemesan barang haram dari Malaysia. “Semuanya ini residivis narkoba. Mereka pemain lama,” bebernya.

“MY baru tujuh bulan keluar dari Rutan Selong, kasus ganja. Yang Malaysia ini juga residivis di negaranya, kasus ganja juga,” imbuh Denny. Ketiganya kini dalam penahanan BNNP NTB.

Selain barang bukti sabu, diamankan pula uang 18 ribu ringgit Malaysia. Dari interogasi, kata dia, tersangka MR diupah 3 ribu ringgit. “2 ribu ringgit upahnya. Seribu ringgit untuk dia ongkos pulang ke negaranya,” jelasnya.

Tersangka MR memang diperintahkan untuk mengantar sabu itu saja. Sebab, MR sudah mengantongi tiket pulang ke negaranya dengan jadwal penerbangan satu hari setelah kedatangannya.

Tindak lanjut pihaknya, kata Denny, yakni menghubungi Konsulat Jenderal Malaysia di Jakarta. Termasuk menyelidiki bandar pemasok barang yang memerintahkan MR menyelundupkan sabu ke Indonesia.

Para tersangka dijerat dengan pasal berlapis, yakni pasal 104 dan atau pasal 112 ayat 2 dan atau pasal 114 ayat 2 dan atau pasal 113 ayat 2 dan atau pasal 115 dan atau pasal 127 UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman pidana penjara minimal 12 tahun maksimal hukuman mati. Denda paling banyak Rp 10 miliar ditambah satu pertiga,” pungkas Denny. (why)