Polres KSB Kembali Tangani Kasus Asusila terhadap Anak

Advertisement

Taliwang (Suara NTB) – Polres Sumbawa Barat kembali menangani kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur. Dua orang terduga pelaku diamankan dalam kasus ini.

Kapolres Sumbawa Barat kepada Suara NTB melalui Kasat Reskrim Iptu I Putu Agus Indra Permana, S.IK, Selasa, 13 Desember 2016 menyebutkan, kasus tersebut berawal dari adanya laporan dari salah seorang kapolsek setempat terkait adanya kasus dugaan persetubuhan terhadap anak di bawah umur.

Kasus persetubuhan tersebut diduga dilakukan oleh MA (18) dan MH (20) terhadap korban SA (13) dan NS (16) yang dilakukan pada hari Senin tanggal 12 Desember 2016 lalu. Bahkan pihaknya juga sudah mengamankan Barang Bukti (BB) yakni pakaian yang digunakan oleh terduga pelaku dan korban. Serta empat buah handphone yang diduga milik kedua terduga dan kedua korban, serta satu unit sepeda motor yang diduga milik terduga pelaku MA.

“Saat ini kedua terduga pelaku tersebut sudah kita amankan untuk menunggu proses lebih lanjut,” ungkapnya.

Disebutkannya kronologis dari kejadian dugaan persetubuhan tersebut terjadi setelah MA bersama dengan MH merencanakan untuk pergi berlibur. Sesampainya di sebuah jembatan yang berdekatan dengan Polsek Maluk, MH turun dan selanjutnya MA pergi menjemput pacarnya NS. Tak lupa pula MH juga menitip pesan kepada MA untuk mengajak SA.

Beberapa saat kemudian MA datang bersama dengan SA dan NS. Setelah MA menjemput kedua perempuan tersebut,  selanjutnya MA bersama NS pergi menggunakan sepeda motor yang tak jauh dari jembatan tepatnya di suatu semak-semak. Setelah pergi MA dan NS kemudian melakukan dugaan persetubuhan. Pada saat melakukan aksi tersebut, keduanya dipergoki lima orang yang tidak dikenal dan langsung dilaporkan ke Polsek setempat.

Selang beberapa lama, di tempat yang berbeda MH juga melakukan persetubuhan terhadap SA. Hal tersebut terungkap pada saat MA dan NS ketika berada di Polsek Maluk. Hal tersebut terjadi setelah menelepon SA tentang dimana posisinya setelah diketahui posisinya kemudian kembali dijemput oleh anggota kepolisian.

Setelah berada di Polsek, SA kemudian menceritakan bahwa dirinya telah disetubuhi oleh MH sebanyak dua kali. “Sampai dengan saat ini kita masih menunggu adanya laporan resmi dari keluarga korban terkait dengan kasus ini,” ungkapnya.

Ketika nantinya kasus ini juga tidak dilaporkan, maka pihaknya akan membuat laporan sendiri dengan model A. Mengingat kasus ini menimpa anak di bawah umur. (ils)

Disqus Comments Loading...

This website uses cookies.