Rawan Longsor, Polres Mataram Tanam 1.000 Pohon di Guntur Macan

Mataram (suarantb.com) – Desa Guntur Macan, Kecamatan Gunung Sari sering dilanda banjir dan longsor. Pekan lalu desa tersebut diguyur hujan dengan intensitas tinggi, mengakibatkan beberapa dusun mengalami banjir dan longsor. Oleh sebab itu Polres Mataram menggelar kegiatan penanaman 1.000 pohon, Sabtu, 15 Oktober 2016.

Dengan dibantu masyarakat, puluhan Anggota Polres Mataram menanam pohon di desa tersebut. Sebelumnya, Kapolres Mataram dengan beberapa personel menggunakan sepeda dayung menuju Desa Guntur Macam.

Baca juga:  Hujan Deras di Lotim, Picu Longsor dan Genangi Kota Selong

Kapolda NTB turut hadir dalam rangkaian acara penanaman pohon tersebut. Beberapa awak media yang mengikuti kegiatan tersebut, diberi kesempatan dalam menanam pohon di lokasi. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari masyarakat setempat. Puluhan warga ikut andil dalam menanam pohon.

kapolda

Acara penanaman 1000 pohon di Desa Guntur Macan, Gunung Sari, Sabtu, 15 Oktober 2016 (suarantb.com/szr)

Kapolres Mataram, AKBP. Heri Prihanto mengatakan, penanaman pohon tersebut guna melakukan pencegahan secara preventif bahaya longsor. Sehingga patut untuk dilakukan upaya dini dengan menanam pohon.

Baca juga:  Konstruksi Tanah Labil, Jalan di Kawasan Pusuk Sembalun Kembali Longsor

“Desa Guntur Macan ini kan geografisnya sering mengalami bahaya longsor. Ini kita bekerja sama dengan masyarakat desa, Dinas Kehutanan Provinsi kita menanam pohon. Harapannya mencegah bahaya lonsor, sekaligus sebagai wujud kepedulian lingkungan,” ujar Heri.

Baca juga:  Konstruksi Tanah Labil, Jalan di Kawasan Pusuk Sembalun Kembali Longsor

Pohon-pohon tersebut merupakan pemberian dari Dinas Kehutanan Provinsi NTB sebanyak 1.000 pohon. Terdiri dari tanaman buah-buahan sebanyak 150 batang, dan sisanya merupakan jenis kayu.

Polres Mataram juga menunjukan atensinya dalam memerangi pembalakan kayu secara ilegal. Karena dampak dari illegal logging terhadap lingkungan sangat besar. Selain merusak lingkungan, tentunya juga mengakibatkan bencana banjir yang merugikan masyarakat. (szr)