Mahasiswa Mataram Gelar Demo Soal Ahok

Mataram (suarantb.com) – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI MPO) menggelar aksi di Mapolda NTB, Jumat, 25 November 216. Mahasiswa menuntut Gubernur DKI Jakarta nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) segera ditahan atas dugaan kasus penistaan agama.

Korlap Aksi, Diran Arianto meminta aparat penegak hukum untuk segera menahan Ahok. Pasalnya, Ahok telah berstatus tersangka. Untuk itu proses hukum terhadapnya harus dipercepat.

“Kami meminta pihak kepolisian untuk segera memenjarakan Ahok. Karena telah berstatus tersangka, dan demi stabilitas NKRI,” ujarnya dalam orasinya.

Menurut mahasiswa, tidak ada alasan pembenar dan pemaaf terhadap Ahok yang dinilai telah menistakan suatu keyakinan. Mahasiswa juga menilai telah banyak kasus penistaan agama sejak dulu yang berakhir di balik jeruji besi. Sehingga pantas untuk kasus penistaan saat ini diberi sanksi tegas.

Meskipun tidak ditemui perwakilan Polda NTB, namun aparat kepolisian tetap melakukan pengawalan yang ketat terhadap aksi damai tersebut. Selain itu mahasiswa juga menuntut presiden bertindak tegas demi kedaulatan dan keutuhan NKRI.

Aksi damai tersebut dimulai dengan melakukan long march dari Jalan Susbandoro, Gomong, menuju Mapolda NTB. Setelah menyampaikan orasinya, massa kemudian membubarkan diri dengan tertib.

Sementara Kasubag Humas Polres Mataram, mengatakan kepolisian sesuai dengan tugasnya akan mengawal serta menjaga ketertiban dalam aksi damai tersebut. “Kita terus monitor aksi damai tersebut,” jelasnya. Tuntutan mahasiswa akan disampaikan pada Kapolda NTB selaku pimpinan tertinggi kepolisian di NTB. (szr)