Ibunda Buni Yani Yakin Anaknya Tidak Bersalah

Selong (Suara NTB) – Keluarga Buni Yani di Dusun Peteluan Desa Rensing Kecamatan Sakra Barat mengakui kepribadian Buni Yani sebagai orang jujur, sangat patuh dan berbakti terhadap kedua orang tuanya. Karenanya, mereka yakin Buni Yani tidak bersalah dalam kasus hukum yang melilitnya setelah mengunggah transkrip video pernyataan Gubernur DKI Jakarta Nonaktif, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Video yang diduga mengandung unsur penistaan agama itu memang telah memicu kontroversi yang sangat luas. Setelah kontroversi merebak, Aksi Buni Yani itu tak urung membuat para pendukung Ahok marah. Ia dilaporkan ke polisi dan kini harus berhadapan dengan jeratan hukum.

Namun, bagi pihak keluarga, Buni Yani dianggap memiliki kepribadian yang baik. “Anak saya itu orang yang jujur dan selalu patuh kepada orang tua dan pembawaanya sederhana,” ujar orang tua dari Buni Yani, Hj. Rohan (70) dikonfirmasi di rumahnya, Minggu, 13 November 2016.

Buni Yani merupakan anak ketiga dari enam bersaudara. Selain di mata keluarga, katanya, sikap kejujuran yang melekat pada pribadi Buni Yani juga dirasakan oleh masyarakat setempat serta orang-orang yang mengenal Buni Yani.

Buni Yani juga dikenal cerdas, berprestasi dan mandiri. Menurut Hj. Rohan, kecerdasan Buni Yani sudah terlihat sejak belajar di SMP 1 Sakra, melanjutkan ke SMA 1 Mataram, hingga kuliah di Universitas Udayana Denpasar, Bali dengan menempuh jurusan Sastra Inggris.

Buni Yani sering mendapatkan beasiswa berprestasi dari berbagai pihak. Tak heran jika ia pernah menjelajahi berbagai negara seperti Rusia, Philipina, Belanda dan Amerika serta beberapa negara lainnya. Ia meyakini, hasil itu didapatkan karena dalam proses tersebut Buni Yani termasuk orang yang rajin membaca serta memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

Terkait dengan keterlibatan Buni Yani dalam kasus penistaan agama yang diduga dilakukan Ahok, Hj. Rohan meyakini jika anaknya itu tidak bersalah. Ia selaku ibu kandung mengetahui persis karakter, sifat dan sikap dari Buni Yani selaku orang yang jujur dan tidak pernah berpikir negatif terhadap orang lain.

“Saya selaku ibu, meyakini bahwa anak saya tidak bersalah. Saya tahu persis bagaimana sifat anak saya itu yang merupakan orang yang jujur,” ucapnya dalam bahasa Sasak. Saat itu, ia didampingi Rehanah, yang juga adik kandung Buni Yani.

Rehanah menuturkan, pihak keluarga sampai saat ini merasa tenang dan tidak terlalu khawatir atas persoalan yang melanda saudara kandungnya itu. Mereka meyakini, Buni Yani tidak bersalah karena memiliki sikap yang sangat jujur, yang melekat pada dirinya sejak masih kecil.

“Kita di sini baik-baik saja dan tidak ada rasa khawatir yang berlebihan, karena kami sangat mengenal saudara kami itu yang bagaimana kejujuran dari setiap perkataannya tidak ada yang perlu diragukan,” tegasnya.

Buni Yani yang merupakan Kelahiran Peteluan Rensing pada bulan Mei 1969, katanya, sampai saat ini sering menghubungi keluarga untuk mengabarkan perkembangan kasus hukum yang sedang menyeret dirinya.

Dalam percakapan yang dilakukan via ponsel itu, katanya, Buni Yani selalu berkata bahwa dirinya tidak pernah mengubah atau memanipulasi setiap perkataan yang disampaikan oleh Ahok.

“Kami tidak ada firasat buruk. Pak Buni Yani orang jujur, terbuka pada siapapun,” pungkasnya. (yon)