Turnamen Futsal Ricuh, Satu Pemain Dilarikan ke Rumah Sakit

Mataram (suarantb.com) – Turnamen futsal antar alumni SMA di Mataram berakhir ricuh. Pertandingan dalam babak final antar Xmansa dan Formasi B yang digelar di Lapangan Jaka Mandala yang terletak di Jalan Pemuda, Kota Mataram, dihentikan lantaran pemain dan suporter terlibat bentrok, Jumat, 11 November 2016.

Bentrok tersebut menyebabkan satu orang pemain Xmansa dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Mataram, karena mengalami luka di bagian wajah, akibat dikeroyok suporter Formasi B. Korban yang juga seorang anggota polisi bernama Bripda Muhammad Zamharir mendapatkan enam jahitan di pelipis kanannya akibat dikeroyok.

Saksi mata dalam kejadian tersebut Noval Arik, menceritakan kejadian tersebut bermula karena Tim Formasi B kebobolan dua gol atas Tim Xmansa. Waktu yang tersisa lima menit membuat suporter dan pemain yang kalah terlibat adu jotos di lapangan.

“Waktunya

sisa lima menit. Formasi B sudah kalah 2:0. Tapi begitu pertandingan mau berakhir, pemain terlibat bentrok. Terus suporter Formasi B masuk ke lapangan dan memukul dua pemain Xmansa,” jelasnya saat ditemui, Jumat, 11 November 2016.

Sekitar sepuluh orang yang diduga terlibat bentrok dan pemukulan dibawa menggunakan mobil Dalmas menuju Mapolda NTB. Mereka kemudian dimintai keterangan terkait pemukulan tersebut.

Turnamen futsal tersebut digelar dalam rangka hari ulang tahun Resimen Mahasiswa (Menwa) IAIN Mataram. Empat tim bertanding memperebuti tiket final yang rencananya langsung digelar sore nanti. Namun, akibat bentrok tersebut, turnamen terancam ditunda.

Hingga kini, sekitar sepuluh orang yang terlibat bentrok dimintai keterangan di Dit Reskrimum Polda NTB terkait bentrokan tersebut. Sementara korban yang mengalami luka jahitan, sudah dapat dimintai keterangan oleh kepolisian terkait insiden tersebut. (szr)