Polisi Temukan Indikasi Aliran Dana Hasil Penipuan ke Oknum Pejabat

Giri Menang (Suara NTB) – Penyidik Polres Lombok Barat (Lobar) menemukan indikasi aliran dana hasil penipuan yang dilakukan oknum pejabat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lobar inisial AA yang kini ditahan di Mapolres setempat. Dari keterangan saksi, aliran dana hasil penipuan ini masuk ke oknum pejabat di BPBD. Akan tetapi polisi masih belum bisa membuktikan keterangan saksi ini. Pihak penyidik terus mendalami keterangan ini.

“Keterangan-keterangan saksi ada yang menyatakan seperti itu, tapi belum dapat kami buktikan. Itu masih kami dalami apakah benar ada aliran dana tersebut,” jelas Kasatreskrim Polres Lobar, AKP Joko Tamtomo kepada wartawan, Senin, 31 Oktober 2016.

Baca juga:  Kasus Kepsek Cabul, Bupati Minta Polisi Tegakkan Hukum Tak Pandang Bulu

Pihaknya mengaku, belum memperoleh alat bukti terkait aliran dana sebesar Rp 25 juta ke oknum pejabat BPBD. Meski keterangan saksi menyebutkan demikian akan tetapi perlu didalami untuk mencari bukti. Aliran dana ini masih dalam proses penyelidikan untuk mencari bukti. Jika aliran dana ini dapat dibuktikan, maka barulah bisa diambil langkah selanjutnya. Penyidik, kata Joko tidak bisa menyatakan aliran dana ke oknum pejabat itu benar, meskipun ada keterangan saksi. Pihaknya perlu mendalami untuk membuktikan keterangan tersebut.

Baca juga:  Dua Saksi Diperiksa Terkait dana rehabilitasi Gedung Asrama Haji Embarkasi Lombok

Pengakuan tersangka terkait indikasi aliran dana ini, menurut Joko pihaknya tidak bisa menjadikan fakta hukum. Sebab pengakuan tersangka nilainya nol, tidak bisa dijadikan alat bukti. Dijelaskan, alat bukti sesuai pasal 184 nomor 5 KUHP bahwa keterangan terdakwa di hadapan persidangan dapat dijadikan alat bukti. Namun sebelum persidangan, pengakuan tersangka belum dijadikan alat bukti. “Kalau nanti tersangka mengungkap di persidangan nanti diuji lagi, itu jadi novum baru jadi bukti baru,”jelas Joko. (her)