Diduga Marak, Penyelundupan Bibit Lobster dari Dompu

Dompu (Suara NTB) – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKKP) Kabupaten Dompu, Ir. H. Rusdin, MSi mengungkapkan, aktivitas ekspor bibit lobster di Dompu diduga masih marak. Pelakunya yakni oknum-oknum nelayan yang dimotori cukong luar daerah. Tingginya aktivitas ini disebabkan tingginya permitaan bibit lobster dari luar wilayah Dompu.

Selain penangkapan bibit lobster, penangkapan ikan menggunakan bahan peledak juga masih ditemukan. Hanya saja, angkanya tidak begitu signifikan seperti tahun – tahun sebelumnya. Persoalan ini tentu menjadi ancaman serius di wilayah perairan Dompu, karena akan berdapak pada terganggunya keseimbangan ekosistem laut. “Cukong – cukong ini jelas dari barat, karena sebagian besar lobster yang diselundupkan itu ke barat arahnya,” katanya kepada Suara NTB saat ditemui di Dompu, Rabu, 26 Oktober 2016.

Melihat persoalan itu, target yang harusnnya diungkap petugas kepolisian ialah mengungkap keberadaan cukong pemilik modal. Untuk membongkar aktor utama tersebut, merupakan tugas  kepolisian. Sementara itu, terkait tindakan yang diberikan pihaknya terhadap oknum nelayan yang terlibat aktivitas penangkapan dan penjualan bibit lobster, hanya memberikan pembinaan dan sosialisasi.

“Upaya kita hanya untuk pembinaan dan sosialisasi. Kalau untuk sergap, tangkap itu tidak mungkin,” tegasnya.

Persoalan lain seperti penyelundupan terumbu karang ke luar daerah, juga tak luput dari perhatian DKP Kabupaten Dompu. Kasus ini dampaknya telah menyebar di berbagai wilayah. Titik terparah kerusakan terumbu karang berada di sekitar perairan Hu’u. Dari sekian persoalan yang tengah dihadapi, kasus paling diatensikan ialah aktivitas penangkapan bibit lobster. “Dari kasus itu yang kita atensikan memang penangkapan bibit lobster ini,” ujarnya. (jun)