Sejumlah Nasabah di Lobar Jadi Korban Pembobolan ATM

Giri Menang (Suara NTB) – Sejumlah warga Lombok Barat (Lobar) berdomisili di wilayah Labuapi menjadi korban pembobolan ATM BRI. Mereka yang menjadi korban rata-rata guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan staf desa setempat. Akibat kejadian ini, korban mengalami kerugian belasan juta rupiah. Korban menunggu komitmen pihak bank untuk mengganti uang mereka.

Jumadil, Staf Desa Kuranji Dalang, mengaku menjadi korban pembobolan ATM sekitar Rp 17 juta. Uang yang disimpan dalam ATM-nya dikirim dari pihak keluarga yang menjadi TKI di Malaysia.

“Saya tahu uang yang disimpan di ATM saya hilang setelah mengecek ke ATM di Mataram, sekitar Rp 17 juta diambil (dibobol, Senin, 25 Oktober 2016) lalu,” jelasnya, Rabu (26/10). Dari hasil pengecekan pada rekening buku tabungannya, penarikan dilakukan orang yang diketahui sejak tanggal 22-25 Oktober lalu. Dalam sehari pelaku melakukan penarikan dua kali. Nominal penarikan pertama berkisar Rp 2,8 juta dua kali, Rp 1,4 juta satu kali terakhir dilakukan penarikan nominal Rp 4 juta lebih.

Baca juga:  ’’Skimming’’ ATM, Bank NTB Syariah Pastikan Dana Nasabah Aman

Mengetahui ATM-nya dibobol, ia langsung ke pihak bank untuk meminta penjelasan. Pihak bank pun bersedia mengganti uangnya tersebut menunggu selama 20 hari kerja. “Saya tidak lapor ke polisi, karena ada kesepakatan dari pihak bank mengganti. Kalau tidak ada kesediaan baru kami akan lapor ke polisi,“ jelasnya.

Hal serupa dialami Yuliatin (35) salah seorang guru di Ponpes Al-Istiqomah Telaga Waru Labuapi. Ia mengetahui ATM-nya berisi uang Rp 600 ribu lebih dibobol dari SMS banking yang masuk ke HP-nya Sabtu lalu sekitar pukul 14.00 siang. Sebelum menerima SMS banking ini, ia mengaku pernah menarik uang melalui ATM hari Kamis sebelumnya di mesin ATM dekat Rumah Sakit Kota Mataram. “Setelah itu tidak pernah narik lagi, tapi ada SMS banking masuk ada penarikan Rp 600 ribu,” jelasnya.

Baca juga:  Ratusan Petinggi Bank Pembangunan Daerah Kumpul di NTB

Langkah selanjutnya, ia tak menyangka jika ATM-nya dibobol, sehingga ia pun membiarkan begitu saja sebab ia mengira ada biaya adiminstrasi di bank. Namun sehari setelah itu, ada masuk WA dari salah seorang temannya memberitahukan banyak korban yang dibobol ATM-nya. Ia pun langsung ke bank untuk memblokir ATM-nya.

Kesangupan dari pihak bank bahwa pihak bank siap akan mengganti namun perlu menunggu 20 hari, karena pihak bank masih merekap untuk penggantiannya. Mengantisipasi kejadian serupa, ia akan mengambil langsung gajinya setelah masuk ATM. Ia juga akan melaksanakan imbauan pihak bank agar menarik dana di mesin ATM kantor unit atau cabang.

Ia tidak akan mengambil uang di mesin ATM sembarangan tempat, seperti di SPBU, Alfamart dan di pinggir jalan. (her)