Abdul Hadi Minta Pemalsu Akun Facebooknya Segera Tobat

Mataram (Suara NTB) – Wakil Ketua DPRD NTB yang juga Ketua DPW PKS NTB, H. Abdul Hadi, SE, MM, menyerukan kepada pelaku yang memalsukan akun Facebooknya untuk segera bertobat. Hadi juga menegaskan bahwa aksi yang dilakukan oknum tidak bertanggungjawab itu sebagai aksi penipuan.

Klarifikasi itu disampaikan Abdul Hadi melalui siaran langsung yang ia buat via akun Facebooknya sendiri. Kali ini, siaran langsung tentu dibuat melalui akun Facebooknya yang asli.

Klarifikasi disampaikan Hadi setelah politisi dari Daerah Pemilihan Lombok Timur ini menjadi korban tindakan pemalsuan akun Facebook. Oleh seseorang, akun Facebook palsu yang dibuat mirip akun Abdul Hadi itu, dipakai untuk meminta uang kepada sejumlah temannya.

Setelah cukup lama, Abdul Hadi yang tengah berada di Dubai baru menyadari bahwa seseorang sedang berpura-pura menjadi dirinya dan memanfaatkan situasi saat ia di luar negeri untuk mengambil keuntungan finansial. Hadi pun dengan tegas menyebut hal ini sebagai tindakan penipuan.

“Telah terjadi penipuan yang mengatasnamakan diri saya, baik sebagai Wakil Ketua DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat ataupun sebagai Ketua DPW PKS NTB, yang meminta sesuatu kepada rekan-rekan dan teman-teman sahabat Facebook saya,” ujar Hadi.

“Atas kejadian tersebut, kami meminta kepada pelaku penipuan agar segera bertobat kepada Allah SWT,” imbuhnya lagi.

Hadi menambahkan, saat ini, pihak DPRD NTB dan Bidang Hukum DPW PKS NTB akan segera menindaklanjuti persoalan ini kepada pihak yang berwajib.

Seperti diketahui sebelumnya, sejumlah pengurus PKS melaporkan adanya akun atas nama Abdul Hadi yang meminta pinjaman sejumlah uang kepada mereka. Tujuan meminjam uang itu adalah untuk membiayai pengobatan keluarganya yang akan menjalani proses operasi.

Tidak hanya pengurus PKS, sejumlah wartawan pun menjadi sasaran pelaku penipuan ini. Nominal uang yang diminta bervariasi antara Rp 3 juta hingga Rp 4 juta. Pelaku menghubungi calon korbannya melalui jalur pesan pribadi di akun Facebook. Kepada calon korbannya, pelaku juga mengirimi rekening tujuan pengiriman dengan nama serupa, yaitu Abdul Hadi. (aan)