Skimming Marak, Dewan Minta Perbankan Tingkatkan Keamanan Nasabah

Mataram (suarantb.com) – Maraknya aksi kejahatan modus baru berupa skimming ATM di layanan perbankan membuat Komisi III DPRD meminta dilakukan peningkatan sistem keamanan bagi nasabah.

Maraknya aksi kejahatan modus baru terhadap perbankan sangat meresahkan masyarakat terutama nasabah yang menjadikan teknologi perbankan sebagai alat transaksi rutin. Untuk itu, Ketua Komisi III DPRD NTB yang membidangi perbankan dan keuangan, Johan Rosihan, ST mengatakan, seharusnya pihak perbankan lebih meningkatkan sistem keamanannya.

Bagaimanapun, ujar Johan, masyarakat sebagai pengguna layanan perbankan yang paling dirugikan dari kejadian tersebut. Tidak  hanya kerugian secara materi tetapi berpengaruh pada psikologi nasabah karena menjadi takut menggunakan jasa transaksi perbankan.

Kepada suarantb.com, Johan menyampaikan kesedihannya terkait maraknya modus baru kejahatan perbankan, yang salah satunya menggunakan teknik skimming ATM. Terlepas dari itu, Johan  menyatakan seharusnya perbankan sebagai penyedia jasa transaksi keuangan modern seperti ATM meningkatkan sistem keaman pada mesin transaksi modern itu, sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Baca juga:  Kualitas Uang Beredar Diperbaharui

“Modus kejahatan dari hari ke hari terus berkembang dengan pemanfaatan teknologi.  Demikian juga industri perbankan, mulai dari ATM, SMS Banking, Internet Banking, Phone Banking dan lain sebagainya,” kata Johan, Selasa, 25 Oktober 2016.

“Karenanya kami berharap kepada Perbankan seiring dengan (kejadian) itu juga meningkatkan security transaksinya. Misalnya dengan kode keamanan, konfirmasi yang cepat dan mudah,” tambahnya.

Terlepas dari sistem keamanan paska transaksional yang harus ditingkatkan pihak perbankan, politisi PKS ini juga menyatakan agar perbankan lebih selektif dan ketat dalam aturan pembukaan rekening untuk nasabah baru. Hal tersebut menurutnya penting dilakukan agar pada proses selanjutnya, rekening nasabah tidak mudah ditembus oleh aksi kejahatan perbankan.

Baca juga:  Pembentukan Tatib DPRD NTB Tersandera SE Mendagri

“Yang tidak kalah pentingnya adalah pembukaan rekening di awal agar betul-betul  ketat agar selanjutnya tidak mudah dibobol dan proses konfirmasinya bisa cepat dan tepat dilakukan,” sarannya.

Selain meminta pihak perbankan segera meningkatkan sistem keamanannya, Johan menghimbau masyarakat NTB selaku objek dari fasilitas yang disediakan pihak Perbankan untuk lebih berhati-hati dengan melakukan pemeriksaan terlebih dahulu sebelum bertransaksi menggunakan mesin ATM.

“Kepada masyarakat kami berharap agar lebih berhati-hati dalam melakukan transaksi. Proses chek recheck harus tetap dilakukan sebelum melakukan transaksi,” harapnya. (ast)