Ditahan, Oknum Pejabat BPBD Diusulkan Dipecat

Giri Menang (Suara NTB) – Oknum pejabat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Barat (Lobar) inisial AA yang ditahan Polres Lobar, lantaran terlibat kasus penipuan proyek terancam disanksi berat. Sejauh ini, BPBD tengah memproses pengusulan pemberhentian sementara dari jabatan eselon IV. Tak menutup kemungkinan yang bersangkutan bakal dipecat, karena berulang kali melakukan kesalahan serupa.

“Kami tengah proses usulan pemberhentiannya, tapi tak menutup kemungkinan akan diusulkan dipecat karena selama ini kami sudah melakukan pembinaan maksimal,” tegas Kepala Pelaksana BPBD Lobar H. M. Najib, Jumat, 20 Oktober 2016.

Menurut Najib, pihaknya telah memberi toleransi terhadap oknum pejabat ini. Sebelumnya, oknum ini terlibat dugaan pemungutan fee proyek terhadap kontraktor. Pihaknya pun memberikan sanksi berupa pembinaan. Dengan ditangkapnya oknum ini pihaknya pun bakal mengusulkan untuk pemberian sanksi maksimal. Menurutnya, oknum ini kerap bermasalah, bahkan pihaknya sering memberikan peringatan dan teguran terhadap bersangkutan.

Langkah tegas bakal diberlakukan bagi oknum bermasalah untuk memberikan efek jera. Pihaknya tetap memberlakukan upaya pembinaan terhadap oknum bermasalah, jika tak diindahkan maka sepatutnya diusulkan disanksi tegas pemecatan. “Jadi kami akan berlakukan sanksi maksimal,” tegas Najib.

Sementara itu, Kepala BKD Lobar, Ahdiat Subiantoro menyatakan, pihaknya belum menerima usulan pemberhentian oknum pejabat yang tersangkut kasus dari BPBD. Pihaknya bakal memproses pemberhentian sementara oknum ini sepanjang ada usulan dari BPBD. “Kami masih menunggu laporan dari kepala BPBD dulu, kalau tidak ada itu bagaimana kami buat SK pemberhentiannya,” akunya.

Yang jelas lanjut Ahdiat, proses sesuai prosedur pihaknya menunggu usulan dari BPBD barulah pihaknya memproses usulan pemberhentian oknum pejabat bersangkutan. Ia menambahkan,oknum staf dan pejabat yang bermasalah mesti disanksi tegas untuk memberikan efek jera. Jangan sampai hal ini menjadi ekses buruk bagi staf lain. (her)