Misteri Kematian Nayla Masih Didalami Kepolisian

Mataram (suarantb.com) – Kematian Nayla Ramdani, bocah berumur 2 tahun 4 bulan masih menjadi misteri. Beberapa saksi pun telah diperiksa pihak kepolisian. Tidak luput dari pemeriksaan yakni ibu kandung Nayla berinisial NI dan kekasih NI yang dikabarkan akan menjadi ayah tiri Nayla berinisial SY.

Nayla asal Desa Labuan Badas, Kecamatan Badas, Sumbawa diketahui meninggal dunia Senin, 26 September 2016 lalu. Warga menduga NI dan SY sebagai dalang dari tewasnya Nayla. Sehingga, Selasa malamnya, kedua orang yang diduga pelaku ini nyaris jadi bulan-bulanan warga. Beruntung Bhabinkamtibmas desa tersebut berhasil mengamankan dua orang tersebut.

Hasil visum dokter RSUD Sumbawa menguatkan kejanggalan kematian Nayla. Ditemukan luka bekas benda tumpul pada tubuh Nayla. Sedangkan di bagian dada korban terdapat luka lebam berukuran 3×6 centimeter.

Dikutip dari Harian Suara NTB, seorang saksi pernah melihat Nayla dicekik oleh SY yang tidak lain adalah kekasih ibunya. Nayla sempat menangis ketika itu. Namun pada penyidik, SY membantahya. Menurutnya, empat hari sebelum Nayla meninggal, ia sempat mengalami luka memar karena jatuh dari kamar mandi.

Baca juga:  Polda NTB Musnahkan Bahan Peledak Sisa Perang

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti mengatakan akan terus mengikuti perkembangan kasus kematian Nayla yang masih misterius tersebut. Ia mengimbau agar masyarakat tidak terpancing emosi dan menyerahkan semuanya pada kepolisian.

“Kita terus melakukan pengembangan. Berupaya untuk cepat mengungkapkannya. Saya harapkan agar masyarakat dapat mempercayakan pada Polres setempat,” ujar Tri Budi saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 12 Oktober 2016.

Hingga saat ini kedua pelaku yang diduga membunuh korban belum ditetapkan tersangka. Hal tersebut disebabkan karena pihak kepolisian akan melakukan gelar perkara terlebih dulu. “Belum ditetapkan tersangka. Kita akan melakukan gelar perkara dulu. Masalahnya korban telah dikuburkan sebelum ada indikasi korban dibunuh,” ungkapnya.

Baca juga:  Polda NTB Musnahkan Bahan Peledak Sisa Perang

Menurut Tri Budi, kecurigaan muncul pertamakali, dikarenakan keheranan warga wilayah Batu Gong, Sumbawa. Di mana disaksikan prosesi penguburan korban yang bukan merupakan warga setempat. Warga Desa Labuan Badas juga turut mencurigai kematian korban sebagai hal yang tidak wajar. Selain pernah melihat Nayla diduga dianiaya oleh SY, warga juga mengetahui bahwa NI dan SY bersikap tertutup dan jarang bergaul dengan warga sekitar.

Nayla meninggal dunia diawali kejang-kejang dengan mulut yang berbusa. Bocah tersebut sempat dilarikan ke Puskesmas. Namun kondisi yang cukup parah membuatnya dirujuk ke RSUD Sumbawa, namun di rumah sakit nyawa Nayla tidak tertolong. (szr)