LIA Akui Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan Bibit Lobster

Praya (suarantb.com) – Sebanyak 24.500 bibit lobster yang hendak diselundupkan melalui Lombok International Airport (LIA) digagalkan Petugas Avsec LIA dan Petugas Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan, Jumat, 7 Oktober 2016 lalu.

Empat orang diamankan atas dugaan penyelundupan bibit lobster. Dua diantaranya merupakan petugas LIA. Hal tersebut diungkapkan General Manager (GM) PT. AP I LIA, I Gusti Ngurah Ardita.

“Inisial EP dia adalah orang bandara. Kemudian SS juga bekerja dibandara bagian teknisi,” ujar Ardita saat menggelar konferensi pers di LIA, Selasa, 11 Oktober 2016. Pelaku lainnya berisial BD yang berperan sebagai sopir, dan JY yang diduga pemilik benih lobster.

Ardita menerangkan akan memberikan sanksi yang tegas terhadap oknum petugas bandara yang terbukti terlibat dalam upaya meloloskan penyelundupan benih lobster. “Terkait dengan hukuman kami pastikan kalau dia terbukti terlibat kami pastikan sanksinya. Tidak ada toleransi,” terangnya.

Penangkapan pelaku bermula dari kecurigaan petugas Lion Air yang memeriksa sebuah koper berwarna coklat dengan kondisi dingin dan memiliki kandungan air. Ketika diperiksa melalui x-ray, ternyata isi dari koper tersebut adalah bibit lobster.

Dalam koper berisi 49 kantong bening yang di dalamnya terdapat bibit lobster. Bibit lobster tersebut diduga hendak diselundupkan ke Batam melalui penerbangan Lombok –Surabaya dan Surabaya – Batam.

Upaya pengeluaran komoditi ini dilarang berdasarkan pasal 3 Permen KP nomor 1 tahun 2015 tentang penangkapan lobster, kepiting dan ranjungan. Sementara pasal lain yang dilanggar yakni, pasal 88 jo pasal 16 ayat (1) dan/atau pasal 100 jo pasal 7 ayat (2) huruf J undang-undang nomor 31 tahun 2004 sebagimana yang telah diubah dalam undang-undang nomor 45 tahun 2009 tentang perikanan. Ancaman maksimal 6 tahun penjara dengan denda Rp 1,5 miliar. (szr)