TNI Sinyalir Ada Pihak yang Ingin Bandara Tidak Aman

Praya (Suara NTB) – Komandan Kodim 1620/Lombok Tengah (Loteng), Letkol. Inf. Is Abul Rasi, menegaskan pihaknya akan terus mengawal pengamanan Lombok International Airport (LIA). Tujuannya terciptanya keamanan dan kenyamanan di kawasan bandara ini. Meski keberadaan anggota TNI kerap dipersoalkan sejumlah kalangan.

“Kenapa TNI ikut mengawal dan mengamankan bandara, karena bandara objek vital negara yang memang harus diamankan. Justru aneh, kalau kemudian di objek sepenting bandara, TNI tidak ikut terlibat dalam pengamanan di dalamnya,’’ ujarnya pada wartawan di kantornya, Kamis, 6 Oktober 2016.

Menurutnya, sebagai objek vital negara, bandara patut mendapat perhatian khusus, terutama dalam hal pengamanan. Dan, dalam hal ini TNI punya tanggung jawab untuk ikut terlibat. Ia pun mengaku, sering mendapat informasi maupun laporan kalau keberadaan TNI di bandara acap kali dipandang miring oleh sejumlah kalangan dan menilai keberadaan TNI di bandara justru membuat kesan yang tidak baik terhadap bandara itu sendiri.

Baca juga:  Mulai Luntur, Bakesbangpoldagri Bahas Penguatan Wawasan Kebangsaan

“Justru kalau kemudian ada pihak-pihak yang beranggapan miring terkait TNI di bandara, patut dicurigai kalau pihak tersebut ingin bandara tidak aman,” ujarnya.

Meski pandang miring itu muncul, ujarnya, tidak akan membuat pihaknya mundur. Pihaknya akan terus mengawal pengamanan di bandara sampai bandara benar-benar aman, sehingga para pengguna

jasa penerbangan bisa merasakan keamanan dan kenyamanan selama berada di bandara.

Dalam hal ini, ujarnya, TNI kata mantan Danyon 742/SWY ini bukan bermaksud membatasi, apalagi menghambat masyarakat untuk beraktivitas di dalam kawasan bandara. Pihaknya hanya ingin membantu mengatur masyarakat, sehingga kawasan bandara bisa lebih teratur dan tertib.

Ke depan jika memang masyarakat sudah bisa tertib dan teratur, maka tidak perlu lagi ada TNI di bandara, karena masyarakat sudah paham aturan dan tata tertib di kawasan bandara. “Jadi jangan anggap, karena TNI ada di bandara justru membuat kesan yang tidak baik. Kita hadir di bandara ingin membantu menciptakan keamanan dan kenyamanan di kawasan bandara, itu saja,’’ terangnya.

Baca juga:  Terkait Polemik Nama Bandara, Danrem Beri Peringatan

Disinggung ada rencana penambahan personel TNI di bandara, pria asal Madura ini mengaku belum ada. Dikatakannya, jumlah personel yang ditempatkan dikawasan bandara tetap saja. Misalnya untuk pengamanan di area lobi dan terminal bandara, tetap disiapkan 10 personel. Begitu pula di tol gate dan wilayah bandara lainnya.

Selain pengamanan terbuka, pihaknya juga melakukan pengamanan tertutup dengan menempatkan personel berpakaian preman di sejumlah titik bandara. “Kebijakan pengamanan serta jumlah personel yang ditempatkan, sama seperti kebijakan Dandim sebelumnya. Jadi kita hanya melanjutkan saja,” pungkasnya. (kir)