Dugaan Bayi Tertukar, DPRD Panggil RSUD Bima

Kota Bima (Suara NTB) – Ayah terduga bayi yang tertukar, Subagio (27) mendatangi kantor DPRD Kabupaten Bima, Rabu, 5 Oktober 2016. Meminta agar anggota dewan memanggil pihak RSUD Bima untuk mengklarifikasi dugaan penukaran bayi itu.

Kedatangan Warga Desa Tolouwi Kecamatan Monta ini disambut oleh anggota komisi IV. Serta langsung menyampaikan masalah yang dihadapinya saat ini. Subagio mengaku kecewa dengan sikap dan pernyataan pihak RSUD yang menyatakan hasil tes DNA keliru dan terjadi kesalahan.

“Kami sangat sesalkan pernyataan RSUD. Padahal tes DNA yang dilakukan di RSUP Sanglah Bali, bukan hanya satu kali tetapi tiga kali,” katanya.

Dia berharap pihak RSUD bersikap profesional dan terbuka. Ia curiga ada yang sesuatu yang ditutup-tutupi dan janggal. Terutama saat istrinya, Sumarni menjalani proses operasi caesar, pihak keluarga termasuk dirinya sebagai suami tidak diizinkan masuk kedalam ruangan operasi untuk mendampingi.

“Jangan sampai muncul indikasi dan dugaan di RSUD ada kasus penjualan bayi. Kami berharap masalah ini dibuka dengan transparan,” harapnya.

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bima, Ahmad SP mengaku telah menerima pengaduan Subagio, pihaknya akan memanggil RSUD Bima untuk mengklarifikasi dugaan penukaran bayi itu. “Akan ditindaklanjuti pengaduan ayah terduga bayi ini, RSUD akan dipanggil untuk dimintai klarifikasi,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini menegaskan, pihaknya belum berani menyimpulkan apakah bayi tersebut tertukar atau tidak. “Kita lihat saja hasilnya besok setelah ada tanggapan dari RSUD Bima,” terangnya.

Sementara itu, Humas RSUD Bima, dr. Sucipto mengatakan pihaknya akan siap apabila dipanggil oleh DPRD untuk mengklarifikasi masalah tersebut. Mengingat masalah itu juga dilaporkan pada ranah hukum. “Sepanjang untuk kebaikan bersama kita akan siap menghadapi,” katanya.

Dia menegaskan, pihaknya juga siap melakukan tes silang DNA, yakni antara orang tua bayi tersebut dengan orang tua bayi yang menjalani operasi pada saat bersamaan, agar masalah tersebut bisa terang-benderang.

“Kami tegaskan apapun yang ingin ditempuh oleh pihak keluarga bayi ini, kami siap menghadapi. Sekalipun tes DNA kembali dilakukan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, RSUD Bima dilaporkan oleh Subagia dan istrinya Sumarni ke Polres Bima Kota, terkait dugaan pernukaran bayi itu dan unsur kelalaian. Kasus tersebut masih diselidiki aparat setempat. (uki)