Ribuan Warga NTB Terindikasi Terjangkit Narkoba

Selong (Suara NTB) – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi NTB, Kombes Pol Drs. Sriyanto, M.Si, menyebut saat ini tercatat sebanyak sekitar 5 juta warga Indonesia tersangkut kasus narkoba. Dari jumlah itu, 5.300 merupakan warga NTB.

Berbicara di depan ribuan santri Yayasan Pendidikan Hamzanwadi (YPH) Pondok Pesantren Darunnahdlatain (PPD) Nahdlatul Wathan (NW), Selasa, 4 Oktober 2016, Sriyanto menyebut, sebanyak 27 persen merupakan generasi muda. Selain itu, akibat dari konsumsi narkoba tercatat sebanyak 33 orang dinyatakan meninggal per harinya.

Jumlah kematian ini dinyatakan turun jika dibandingkan dengan tahun 2011 yang jumlah korban yang meninggal akibat narkoba sebanyak 50-55 orang. “Coba pikirkan, begitu banyak orang yang mati sia-sia yang disebabkan oleh narkoba. Sehingga kita harus berbuat agar Indonesia bersih dari narkoba,” imbaunya.

Baca juga:  Bandar Belum Tersentuh di Operasi Antik 2019

Selain itu, ujarnya, saat ini terdapat sebanyak 44 jenis narkoba baru yang sudah masuk ke Indonesia dengan 664 jenis narkoba baru di dunia. Dengan banyaknya narkoba jenis baru tersebut tidak menutup kemungkinan akan masuk ke Indonesia, apabila tidak ada perhatian serius dari semua pihak. Terlebih, saat ini cara penyaluran narkoba dari negara yang satu ke negara yang lain sudah di luar pikiran, seperti pengiriman narkoba dari Cina yang berhasil digagalkan menggunakan tiang pancang. Termasuk, penyembunyian narkoba di dalam ddubur seperti yang dilakukan warga Malaysia yang diamankan di bandara beberapa waktu lalu. “Bahkan dari makanan dan minuman juga ada. Sehingga hati-hatilah,” ujarnya mengingatkan.

Baca juga:  Dari Surabaya, Pengedar Pasok Ganja ke Kawasan Wisata

Tidak hanya itu, ungkapnya, saat ini terdapat oknum polisi yang terlibat narkoba termasuk pengendalian narkoba dari dalam Lapas. Oleh sebab itu, dengan dinyatakannya Indonesia darurat narkoba bisa menjadi motivasi bersama, terutama bagi santri untuk perang melawan narkoba. (yon)