Korban Mutilasi di Bima Sempat Ancam Bongkar Hubungan Sejenis

Kota Bima (Suara NTB) – Motif pembunuhan sadis disertai mutilasi terhadap seorang tukang ojek, Husen (47), yang dilakukan MN belum lama ini, akhirnya terungkap. Penyebabnya korban diduga mengancam akan melaporkan hubungan asmara sesama jenis mereka kepada istri pelaku.

“Pelaku marah karena korban mengancam akan mengbongkar hubungan (pacaran) kepada istri pelaku,” kata Kasat Reskrim Polres Bima Kota, AKP Antonius F. Gea, SH. S.IK kepada Suara NTB, di ruang kerjanya, Selasa, 4 Oktober 2016.

Berdasarkan pengakuan pelaku, lanjut Kasat, korban yang merupakan warga Kelurahan Nae Kecamatan Rasanae Barat ini, cemburu karena ditinggalkan oleh pelaku untuk bekerja di Batam.

“Korban ini cemburu dan terus menelepon serta SMS pelaku yang masih berada di Batam,” kata Antonius.

Baca juga:  Pembunuh Winda Divonis 20 Tahun Penjara

Dia menjelaskan, tidak tahan dengan ancaman korban, pelaku pun pulang ke Bima dan dijemput oleh korban di bandara Sultan M. Salahuddin Bima, Senin, 26 September 2016 pagi. Saat itu keduanya menghabiskan waktu bersama hingga malam.

“Tepat pukul 20.00 wita, keduanya mendatangi sebuah rumah kosong di Kelurahan Kedo Kecamatan Asakota. Di tempat inilah pelaku menghabisi nyawa dan memutilasi korban,” jelasnya.

Setelah memutilasi menjadi tiga bagian dengan menggunakan pisau dapur, pelaku kemudian membuang potongan mayat di Pantai Ule Kecamatan Asakota, mengangkut dengan menggunakan motor korban selama dua kali.

“Setelah membuang mayat ini pelaku kemudian membersihkan badan di salah satu masjid di Kota Bima dan kemudian berpindah ke salah satu masjid di Bandara, sebelum menuju kampung istrinya di Desa Teke Kecamatan Palibelo,” ujarnya.

Baca juga:  Pembunuh Winda Divonis 20 Tahun Penjara

Sebelumnya, sesosok mayat dengan tubuh terpotong tiga bagian ditemukan di pantai Ule Kelurahan Melayu Kecamatan Asakota Bima, Selasa, 27 September 2016 sekitar pukul 17.00 wita.

Salah seorang di antaranya menemukan bagian tubuh terpotong tanpa kepala. Di sekitar itu terlihat karung yang diduga berisi bagian tubuh lainnya.

Satu hari usai ditemukan mayat tersebut, pelaku Munawar (MN) akhirnya ditangkap oleh jajaran Sat Reskrim Polres Bima Kota di tempat persembunyiannya di Desa Teke Kecamatan Palibelo, Rabu 28 September 2016 dinihari sekitar pukul 02.00 wita.

“MN yang berusia 27 tahun ini ditangkap di rumah istrinya, berdasarkan petunjuk dari saksi yang ditelusuri aparat,” pungkas Antonius. (uki)