Lewat Mediasi, Terduga Penyebar Aliran Sesat di Lotim Minta Maaf

Selong (suarantb.com) – Kasus dugaan penyebaran aliran sesat di salah satu desa di Kecamatan Sakra akhirnya berakhir di jalur mediasi. Pelaku berinisial SA yang diduga menyebarkan ajaran sesat ke jemaahnya secara resmi akan meminta maaf ke masyarakat dan tidak mengulangi perbuatan serupa.

Mediasi secara langsung dipimpin oleh Sekretaris Camat Sakra, Zainul Marjan. Mediasi yang digelar pada Rabu 28 September 2016 dihadiri oleh Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Sakra, Danramil Sakra, Kanit Reskrim Polsek Sakre, dan tokoh-tokoh masyarakat setempat.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra. Tri Budi Pangastuti, mengatakan proses mediasi tersebut mengahasilkan kesepakatan bahwa pelaku secara resmi meminta maaf pada masyarakat sekitar. Permohonan maaf secara langsung akan digelar Jumat, 30 September 2016.

Polda NTB, ujar Tri Budi tetap berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk meminimalisir konflik-konflik yang terjadi di tengah masyarakat. Khusus untuk kelompok minoritas tetap diberikan pengamanan sekaligus mediasi jika muncul permasalahan.

“Bersama instansi terkait untuk menyelesaikan perbedaan yang ada di masyarakat. Kita tetap memberikan pengamanan pada masyarakat, terutama kelompok-kelompok minoritas,” ujarnya saat ditemui di Mapolda NTB, Kamis, 29 September 2016.

Pihak kepolisian juga berusaha memonitor setiap perkembangan paham-paham baru di masyarakat, yang berpotensi menimbulkan konflik. Sehingga secara preventif akan diupayakan pencegahan munculnya konflik.

“Kita selalu memonitor setiap perkembangan yang ada di masyarakat. Apapun gejolak yang ada kita coba untuk memediasi dengan menggandeng instansi-instansi yang ada. Kita dari aspek pengamanannya saja,” jelasnya. (szr)