Polda NTB Soroti Label Halal Palsu Pada Produk Makanan

Mataram (suarantb.com) – Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Mataram berencana melakukan sidak ke tempat-tempat yang menjual makanan dan minuman kemasan. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk tindaklanjut pernyataan MUI NTB yang mengaku masih banyak makanan dan minuman menggunakan label halal buatan tanpa sertifikat MUI.

Kabar terkait beredarnya label halal palsu pada kemasan makanan menarik perhatian Polda NTB. Kasubdit I Ditreskrimsus Polda NTB, AKBP Boyke Karel Wattimena, SIK mengatakan akan siap berbagi informasi dengan MUI NTB. Hal tersebut agar tidak menjadi polemik di masyarakat.

“Kalau memang instansi terkait atau MUI mempunyai informasi tentang hal tersebut, ya mungkin bisa dibagikan ke kami. Sehingga tidak menjadi polemik di masyarakat,” ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya di Mapolda NTB, Senin 26 September 2016.

Menanggapi kabar tersebut, Polda NTB

pada prinsipnya akan menuntaskan kasus label halal palsu tersebut. Namun, yang perlu dilakukan saat ini adalah berbagi informasi maupun masukan bersama MUI NTB dan instansi terkait lainnya.

“Kami prinsipnya siap aja, yang penting ada sharing informasi. Artinya sama-sama memberikan informasi atau masukan,” sambungnya.

Hingga saat ini Polda NTB belum menerima informasi dari MUI NTB terkait penemuan banyaknya kemasan makanan berlabel halal palsu atau tanpa izin MUI. “Sampai saat ini kami belum pernah terima informasi baik lisan maupun tertulis,” ungkapnya.

Sebelumnya, Diskoperindag Kota Mataram akan melakukan sidak pada akhir September ini ke sejumlah tempat penjualan makanan kemasan. Itu semua guna mencari kemasan makanan dan minuman berlabel halal palsu. Namun, jika ditemukan kemasan berlabel halal palsu, akan secara langsung diberi teguran atau peringatan. (szr)