Foto Bersama Reza Artamevia dan GB, Dua Polisi Diperiksa Propam

Mataram (suarantb.com) – Dua orang polisi penjaga ruang tahanan Polda NTB diperiksa Propam Polda NTB. Keduanya diperiksa lantaran berfoto ria bersama Ketua Umum Parfi berinisial GB, istrinya DA, dan Reza Artamevia. Diketahui, kedua polisi tersebut berfoto saat kedatangan Reza Artamevia ketika menjenguk GB dan istrinya DA, Selasa 13 September 2016.

Foto tersebut lantas menyebar di media sosial. Kapolda NTB, Brigjen Pol. Umar Septono saat ditemui, mengatakan kedua polisi tersebut telah diberi sanksi teguran.

“Dua polisi itu langsung kita periksa. Diberi teguran,” ujar Kapolda saat ditemui di Mako Sat Brimob Polda NTB, Jumat 16 September 2016.

Reza Jenguk GB

Dua anggota polisi yang berfoto ria bersama Reza Artamevia, GB, dan DA, Selasa 13 September 2016 (suarantb.com/ist)

Foto yang menjadi viral di internet tersebut memperlihatkan bagaimana kedua polisi yang seharusnya melakukan pengawalan justru berpose santai dengan dua tersangka yang seharusnya dijaga dengan ketat.

Kabid Propam Polda NTB, AKBP Benny Basir Warmansyah membenarkan keduanya telah diperiksa Propam. Menurutnya, itu merupakan tindaklanjut dari

perintah Kapolda.

“Sudah, itu perintah Kapolda untuk menegur kedua anggota tersebut. Makanya ditindaklanjuti oleh saya. Saya periksa kedua anggota itu,” ujar Benny di depan ruang tahanan Polda NTB.

Hasil pemeriksaan, kedua polisi berpose lantaran dimintai tolong oleh Reza sebagai bukti bahwa dia telah sampai untuk menjenguk GB dan sang istri. Namun etika kedua polisi tersebut dipermasalahkan.

“Hasil pemeriksaan, yang bersangkutan itu (Reza) tamunya minta difoto, tanda bukti dia sudah sampai di sini. Namun, etika polisi tidak begitu. Dia (anggota polisi) harusnya dalam keadaan siap, bukannya mengangkat-angkat tangan. Itu kan menunjukan polisi tidak siap. Coba seandainya tahanan lari,” ucapnya.

Buntut dari insiden foto tersebut, kini semua pengunjung yang akan menjenguk tahanan akan diperiksa barang bawaannya. Tidak diperkenalkan membawa ponsel maupun benda-benda elektronik lainnya.
“Kemarin sopirnya (Reza) yang membawa foto. Kami tidak memeriksa karena datang bersama pengacara yang saat itu menurutnya dalam satu rombongan,” ujar Dir Tahti Polda NTB, AKBP Deky Subagio. (szr)