Kepanikan dan Suasana Genting Saat ‘’Fast Boat’’ Gili Cat Meledak

Amlapura (Suara NTB) – Ledakan Fast Boat Gili Cat 2 tujuan Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU) diwarnai kepanikan luar biasa dari para penumpangnya. Para penumpang yang bereaksi dengan panik membuat mereka justru harus mengalami penderitaan serius akibat musibah tersebut.

Boat Gili Cat 2, nama kapal yang ditumpangi dari Pelabuhan Rakyat Padangbai menuju Gili Trawangan, tiba-tiba meledak di tengah laut.

Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 09.30 Wita, pada Kamis, 15 September 2016. Baru 15 menit boat berlayar, salah satu mesin boat meledak. Ledakan hebat itu membuat para penumpang mengalami luka serius.

Dua WNA tewas. Salah satunya diketahui bernama Revalita Valeria (32), seorang WNA berjenis kelamin perempuan asal negeri Ratu Elisabeth, Inggris. Revalita tewas dengan luka berat pada bagian kepalanya. Mereka yang luka berat sebagian besar karena kena pecahan kaca dari badan kapal. Sementara korban yang patah karena kena terkena baling-baling mesin kapal. Diduga, saat itu penumpang panik karena ledakan,sehingga mereka melompat dan kena baling-baling mesin boat. Sementara satu korban tewas lainnya, belum diketahui identitasnya.

Penumpang Boat Gili Cat 2 semuanya merupakan WNA sebanyak 35 orang, ditambah empat ABK, sehingga di dalam boat ada 39 orang. Ledakan keras ini membuat suasana di Pelabuhan Padangbai langsung mencekam. Petugas kepolisian dari Polsek Padangbai, Sat. Polair Polres Karangasem, KSOP Padangbai, pihak Kesyahbandaran serta masyarakat setempat ikut bersama-sama melakukan evakuasi para korban. Tidak lama berselang Basarnas hingga BPBD juga terjun langsung melakukan evakuasi para korban. Proses evakuasi sekitar 40 menit tersebut membuat para korban tertangani cukup baik saat dievakuasi dari tengah laut ke darat.

Para wisman ini histeris. Apalagi, setelah melihat para korban dengan luka parah, seperti kedua kaki dan tangan terputus. ‘’Mereka sekarang dibawa ke Klinik Penta Medika Candidasa, untuk mendapat penanganan awal,’’ kata Kasat Polair Polres Karangasem, AKP I Made Wartama, saat membantu mengevakuasi para korban di TKP.

Sejumlah korban juga ada yang dievakuasi ke RSUD Klungkung. Informasi di lapangan, satu orang di rawat di RSUD Klungkung, 14 orang di Klinik Penta Medika Candidasa sekitar satu kilometer dari Pelabuhan Padangbai, lima orang dirawat di Puskesmas Manggis. Usai mendapat penanganan awal, beberapa di antaranya langsung dirujuk ke RSUD Sanglah. Ada juga yang di rujuk ke RS Bross Denpasar.

Satu korban luka yang dirawat di RSUD Klungkung, diketahui bernama Yulia Pasetyeva (30) asal Italia. Yulia tiba di RSUD Klungkung sekitar pukul 10.00 Wita, dengan diantar dua orang ABK. Korban lain, juga sempat mendapat penanganan awal di sana, Roberto Domingo Semera asal Spanyol, sebelum dirujuk ke RS Bross sekitar pukul 13.00 Wita.

Setelah para korban dipastikan berhasil dievakuasi, bangkai boat tersebut ditarik kembali dengan boat Sindex dari lokasi ledakan. Posisi pasti TKP ada pada 08 derajat-32 menit 194 detik arah selatan. 115 derajat- 30 menit 944 arah timur, kurang lebih sekitar satu mil dari Pelabuhan Padangbai. Bangkai boat itu ditarik ke Pelabuhan Rakyat Padangbai. Bangkai boat ini langsung diamankan pihak kepolisian untuk memudahkan proses penyelidikan berikutnya. (kmb)