Obat Kuat, Narkoba dan Amunisi di Brankas GB

Mataram (suarantb.com) – Ketua Parfi berinisial GB dibawa ke Jakarta guna membuka brankas pribadi miliknya. Sebelumnya pihak Kepolisian mengalami kesulitan dalam membuka brankas tersebut karena memiliki kode rahasia yang hanya diketahui oleh GB.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra. Tri Budi Pangastuti mengatakan brankas milik GB berisi empat poket kristal putih diduga sabu serta dua buah magazen. Dimana pada salah satunya berisi peluru.

Pembongkaran brankas tersebut merupakan pengembangan penyidikan Ditresnarkoba Polda NTB bersama Polda Metro Jaya. Brankas dibongkar pada Jumat, 2 September 2016.

Baca juga:  Jaksa Anggap Vonis Penjara 19 Tahun Dorfin Sudah Adil

Sementara barang bukti lainnya yang berada di dalam brankas yakni, 658 butir amunisi berbagai jenis ukuran, 32 buku rekening yang telah kedaluarsa, empat buku rekening aktif, satu buah pipet kaca yang merupakan bagian dari bong, dan 10 saset obat kuat.

Berdasarkan pengembangan penyidikan tersebut, tim penyidik melakukan langkah dengan penyegelan barang bukti yang disaksikan kuasa hukum GB serta keluarga. Hingga saat ini barang bukti tersebut disita Polres Jakarta Selatan.

Baca juga:  Sepasang Calon Pengantin Kepergok Dagang Sabu

Penyidik juga memasang garis polisi terhadap ruang kerja pribadi GB di kantor pusat Parfi yang berada di Jakarta Selatan. Sementara penyidik juga telah melakukan penggeledahan terhadap rumah GB di jalan Niaga Hijau X, nomor 1, Pondok Indah. Namun tidak ditemukan barang yang mengarah pada tindak pidana narkotika.

GB sendiri saat ini dititip di tahanan sementara Polres Jakarta Selatan. Esok harinya GB direncanakan kembali menjalani proses hukum di Mataram. (szr)