Tersangka Proyek RPH Barabali Ditahan Kejari Praya

Praya (Suara NTB) – Satu dari empat tersangka kasus dugaan korupsi proyek pembangunan Rumah Potong Hewan (RPH) Barabali Lombok Tengah (Loteng), resmi ditahan Kejaksaan Negeri (Kejari) Loteng. Penahanan dilakukan setelah berkas penyidikannya, dinyatakan P21 (lengkap) oleh tim penyidik, Kamis, 29 September 2016.

Kasi. Pidsus Kejari Loteng, Hasan Basri, S.H.M.H., mengatakan, pihaknya sudah menahan satu tersangka, L. Ku, konsultan pengawas proyek. Adapun tiga tersangka lainnya, masih dalam proses melengkapi berkas penyidikan. Seluruh tersangka dipanggil pada hari yang sama.

Baca juga:  Selama 2019, Rp74 Miliar Uang Negara di NTB Selamat dari Korupsi

Namun tiga tersangka lainnya tidak bisa datang, dengan beberapa alasan. Ada yang tidak datang, karena pengacara tidak bisa ikut datang. Ada juga yang mengaku sedang tugas di luar daerah. “Para tersangka yang tidak bisa datang hari ini (Kamis kemarin,red) sudah memberikan konfirmasi akan datang pada hari lain,” ujarnya.

Untuk tersangka yang sudah ditahan, sementara akan dititip di Rutan Mataram hingga 20 hari ke depan. Tujuannya memudahkan koordinasi dan komunikasi saat proses persidangannya. “Batas waktu 20 hari ini kita siapkan untuk menyelesaikan kelengkapan berkas untuk keperluan pelimpahan ke pengadilan nantinya,” terang Hasan.

Baca juga:  Selama 2019, Rp74 Miliar Uang Negara di NTB Selamat dari Korupsi

Dalam proyek senilai Rp 1,4  miliar, negara dirugikan sekitar Rp 130 juta lebih, karena tersangkut hukum, proyek yang dibangun tahun 2014 lalu itu sampai saat ini belum juga bisa digunakan. Meski Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakeswan) NTB selaku pemilik proyek telah menyatakan bangunan RPH Barabali sudah tuntas. (kir)