SMI Se Indonesia Siapkan Aksi Sikapi Kasus UU ITE STMIK Bumigora Mataram

Mataram (suarantb.com) – Kasus dugaan pencemaran nama baik kampus melalui media sosial facebook terus berlanjut. Kasus yang menjerat Andriyan Rizki Saputra bermula dari dugaan pencemaran nama baik terhadap Kampus STMIK Bumigora Mataram.

Kasus tersebut kembali mencuat ketika Tim Cyber Crime Ditreskrimsus Polda NTB berencana memanggil sembilan orang mahasiswa STMIK Bumigora Mataram untuk menjalani pemeriksaan pada Jumat, 30 September 2016.

Sementara, bertepatan dengan rencana pemanggilan tersebut, SMI Pusat telah mengintruksikan semua cabang SMI di Indonesia untuk menggelar aksi serentak di setiap daerah pada Jumat 30 September 2016.

UU ITE 2

Sekjen SMI Cabang Mataram, Bayu Aryadani yang dikonfirmasi membenarkan rencana aksi serentak di setiap daerah. Bayu mengatakan, hal tersebut merupakan komitmen SMI untuk menghentikan kriminalisasi terhadap gerakan mahasiswa.

“Besok permasalahan tersebut harus betul-betul tuntas. SMI se Indonesia akan menggelar aksi serentak di setiap daerah Jumat besok. Kami juga di Mataram berencana untuk berunjuk rasa dan menginap di Kantor DPRD Provinsi NTB,” ungkap Bayu saat dihubungi, Kamis 29 September 2016.

Selain SMI se Indonesia. Kasus tersebut juga menarik perhatian Konfederasi Perjuangan Buruh Indonesia (KPBI). Melalui akun facebooknya, KPBI menyatakan sikap untuk mendukung perjuangan kawan-kawan SMI Mataram yang dinilai dikriminalisasikan dalam kasus tersebut.

UU ITE

Diketahui, sembilan Mahasiswa STMIK Bumigora Mataram yang akan dipanggil pihak kepolisian besok yakni, Amrulloh, Muhammad Edi, Andriyan Rizki Saputra, Agil Saprianto, Apriansyah, Cecep Akbar, Marjuan Mandita, Lalu Indra Lesmana, dan Muhlas Septiawan. (szr)