Kasus Penganiayaan Anak Kandung, Polisi Tunggu Hasil Tes Kejiwaan

Mataram (suarantb.com) – Kasus dugaan penganiayaan anak yang dilakukan oleh ibu kandungnya di Narmada, Lombok Barat masih dalam proses penyidikan. Polres Mataram hingga kini masih menunggu hasil tes kejiwaan tersangka dari Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi NTB.

Kasat Reskrim Polres Mataram, AKP. Haris Dinzah mengatakan saat ini pihak penyidik masih menunggu hasil observasi terhadap pelaku dari RSJ. Jika terbukti pelaku tidak mengalami gangguan jiwa, maka pelaku segera diproses hukum.

“Kita masih menunggu hasil observasi terhadap pelaku dari rumah sakit jiwa. Hasilnya akan kita ketahui 14 hari dari saat pelaku dibawa ke rumah sakit jiwa untuk memeriksa kejiwaan. Kalau sekarang belum,” ujar Haris saat ditemui di Mapolda NTB, Sabtu, 20 Agustus 2016.

Baca juga:  Dugaan Penganiayaan Zainal Abidin, Penahanan Sembilan Oknum Polisi Diperpanjang

Pelaku dibawa ke RSJ sejak 14 Agustus 2016 kemarin, yang artinya pada tanggal 27 Agustus mendatang, hasil tes kejiwaan terhadap pelaku diperkirakan dapat diketahui. Pihak Kepolisian juga berencana akan meminta keterangan para ahli terkait kasus tersebut. Hal ini bila hasil tes kejiwaan telah diketahui, dan terbukti tersangka tidak mengalami gangguan jiwa.

Baca juga:  Dugaan Penganiayaan Zainal Abidin, Penahanan Sembilan Oknum Polisi Diperpanjang

“Nanti kita minta keterangan ahli, ahli psikologi kita tanya, ahli observasi jiwa kita tanya terkait hasilnya. Kalau sekarang belum, pelaku masih diisolasi,” terangnya.

Diketahui, dugaan penganiayaan terhadap anak kandung berumur empat tahun terjadi di Kecamatan Narmada, Lombok Barat, Sabtu, 13 Agustus 2016. Meskipun telah mendapat perawatan intensif di RSUD Provinsi NTB, bocah berinisial AA menghembuskan napas terakhir pada pukul 07.00 Wita di ruang ICU RSUP NTB, Senin, 15 Agustus 2016. (szr)