Diduga Edarkan Sabu, Seorang IRT di Mataram Dibekuk Polisi

Mataram (suarantb.com) – Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial RA (26) dibekuk polisi di Karang Bagu, Cakranegara Kota Mataram, Senin, 15 Agustus 2016. RA diduga sebagai pengedar sabu yang kerap melakukan transaksi jual beli. Penangkapan dilakukan oleh Subdit III Dit Resnarkoba Polda NTB.

Kasubdit III Dit Resnarkoba Polda NTB, AKBP AA Gede Agung, SH mengatakan pelaku telah berulang kali melakukan transaksi jual beli narkoba. Pelaku juga dinilai meresahkan masyarakat, karena dapat menghancurkan masa depan generasi muda.

“Dari hasil penangkapan terindikasi RA sebagai pengedar yang sering melakukan transaksi menjual narkoba pada setiap orang yang datang di kawasan tersebut,” ujar Agung dengan di dampingi Kasubdit Pengmas Polda NTB, Kompol I Dewa Putu Geria di ruang Humas Polda NTB, Kamis, 18 Agustus 2016.

Dari hasil penggeledahan, ditemukan barang bukti berupa satu dompet kecil yang di dalamnya berisi dua bungkus plastik putih transparan. Dalam plastik putih transparan itu terdapat empat bungkus kecil kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu, enam bungkus kecil kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu, uang Rp 100.000, satu buah tutup botol minuman yang terdapat dua buah pipet plastik warna putih, dan satu buah korek api gas.

Baca juga:  Janda IRT Lanjutkan Bisnis Jual Sabu Suami

“Indikasi terhadap peredaran narkoba di Karang Bagu masih ada. Tapi kita sebagai penegak hukum terus berupaya untuk melakukan pemberantasan atau menghilangkan peredaran narkoba,” ujar Agung.

Untuk mengelabui petugas saat penggerebekan, ibu satu anak ini mencoba melempar barang bukti. Hal itu diduga dilakukan untuk menghindari ditemukan bukti-bukti yang mengarah pada keterlibatannya. Sementara dari hasil tes urin, pelaku dinyatakan negatif menggunakan narkoba.

“Di TKP kita dapatkan, saat Unit Opsnal kita melakukan penangkapan dan penggeledahan, dia (pelaku) melempar barang bukti itu di halaman rumah tetangga untuk menghindari barang itu ada pada dirinya. Artinya dia sudah mahir dan mengerti terhadap hal-hal yang mengakibatkan kalau dia nanti tidak terjerat,” jelasnya.

Baca juga:  Sepasang Calon Pengantin Kepergok Dagang Sabu

Dari hasil introgasi awal, barang bukti tersebut menurut pengakuan RA adalah milik orang lain. Polisi hingga kini berhasil mengantongi nama pemilik barang tersebut untuk dilakukan pengejaran terhadap pelaku-pelaku utama peredaran narkoba.
“Kita sudah melakukan pengembangan terhadap perkara yang sekarang telah kita ungkap. Kita juga telah mengantongi nama pemilik barang berdasarkan pengakuan pelaku. Kita akan melakukan pengembangan di lapangan untuk mendapatkan hasil yang maksimal,” jelasnya.

Dari hasil introgasi juga diketahui para pembeli berumur sekitar 20 tahun ke atas. Hal tersebut menjadi bukti bahwa generasi muda saat ini dalam pusaran penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak masa depan mereka.

Terhadap pelaku dikenai ancaman pasal 114 ayat (1) dan ayat (2) undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika. Dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun, dan denda paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar. (szr)