Pemerintah Tolak Remisi 11 Napi Kasus Korupsi di Lapas Mataram

Mataram (suarantb.com) – HUT kemerdekaan RI ke-71 menjadi berkah bagi sejumlah penghuni Lapas Mataram. Pasalnya, Lapas kelas II A Mataram memberikan remisi untuk 276 narapidana alias napi. Enam diantaranya justru bisa langsung menghirup udara segar. Namun, tidak demikian halnya dengan 11 napi kasus korupsi yang usulan remisinya ditolak pemerintah.

Kasi Binadik Lapas Mataram, Muhammad Saleh, saat dikonfirmasi suarantb.com di ruang kerjanya, mengatakan yang diusulkan untuk mendapat remisi sebanyak 291 narapidana, 11 di antaranya adalah narapidana dalam kasus korupsi. Namun, hanya 276 narapidana yang turun remisinya.

“Sebanyak 291 yang diusulkan, ditambah narapidana tipikor 11 orang. Namun yang turun remisinya sebanyak 276 narapidana. Enam narapidana langsung bebas,” ujarnya saat ditemui di Lapas Mataram, Senin, 15 Agustus 2016.

Dari 276 narapidana yang menerima remisi, tidak ada satu pun narapidana kasus korupsi yang dikabulkan usulan remisinya. Untuk remisi bagi napi kasus korupsi, menurut Saleh memang diperlukan persetujuan dari pemerintah pusat.

“Kita usulkan semua. Tapi kalau narapidana tipikor harus menunggu persetujuan dari pusat. Berbeda dengan narapidana kriminal umum. Yang kita usulkan akan disebut namanya di Kanwil,” jelasnya.
“Narapidana tipikor belum mendapatkan remisi sejak hari raya lebaran lalu, karena itu atas persetujuan pusat,” sambungnya.

Saleh juga menejelaskan enam orang narapidana yang mendapat remisi bebas langsung merupakan narapidana kasus kriminal umum yang masa hukumannya akan segera berakhir. Adapun pembacaan remisi akan dibacakan 17 Agustus 2016 usai pengibaran bendera di Lapas Mataram. (szr)