Enam Bulan, 286 Kasus Narkoba di NTB Terungkap

Mataram (suarantb.com) – Maraknya peredaran narkoba di NTB membuat Aparat Kepolisian gencar melakukan penangkapan. Dalam semester pertama atau enam bulan terakhir tahun 2016, Kepolisian telah berhasil mengungkap sebanyak 286 kasus narkoba yang ada di NTB.

Kasubag Min Bin Opsnal Ditres Narkoba Polda NTB, Kompol I Ketut Sukarja, SH mengatakan, pada periode Januari – Juni 2016, sebanyak 286 kasus yang terungkap oleh Dit Resnarkoba Polda NTB dan masing-masing Polres di NTB. Dit Resnarkoba Polda NTB berhasil mengungkap 43 kasus narkoba dan 27 kasus penggunaan bahan adiktif, sehingga totalnya sebanyak 70 kasus.

Sementara Polres Mataram mengungkap 17 kasus narkoba dan 45 kasus bahan adiktif, totalnya 62 kasus. Polres Lombok Barat mengungkap 27 kasus narkoba, 1 kasus psikotropika, hingga total 28 kasus. Polres Lombok Tengah mengungkap 11 kasus narkoba dan 4 kasus bahan adiktif, sehingga totalnya 15 kasus.

“Sementara Polres Lombok Timur mengungkap 18 kasus narkoba, 1 kasus psikotropika, dan

26 kasus bahan adiktif, totalnya 45. Polres KSB mengungkap 9 kasus narkoba dan 10 kasus bahan adiktif, totalnya 19 kasus,” ungkapnya saat ditemui di Mapolda NTB, Jumat, 12 Agustus 2016.

Polres Sumbawa mengungkap 13 kasus narkoba, Polres Dompu mengungkap 7 kasus narkoba, Polres Bima Kota mengungkap 17 kasus narkoba dan 1 kasus penggunaan bahan adiktif, dan totalnya 18 kasus. Polres Bima Kabupaten mengungkap 9 kasus narkoba. Sehingga total kasus narkoba yang terungkap di NTB sebanyak 171 kasus, 2 kasus psikotropika, dan 113 kasus penggunaan bahan adiktif. Total keseluruhan sebanyak 286 kasus.

Sedangkan menurut penyampaian Kompol I Ketut Sukarja, dari 286 kasus tersebut terjaring pelaku narkoba sebanyak 341 orang. kasus-kasus tersebut dispesifikasikan berdasarkan umur pelaku. Di mana umur di bawah 15 tahun sebanyak 2 pelaku, umur 16 – 19 tahun sebanyak 8 pelaku, umur 20 – 24 tahun sebanyak  47 pelaku, umur 25 -29 tahun sebanyak 45 pelaku, dan umur 30 tahun atau lebih sebanyak 239 pelaku.

“Dari data tersebut sehingga total keseluruhan sebanyak 341 pelaku yang terungkap. Itu semua pelakunya adalah WNI, belum ada orang asing,” ujarnya.

Dari 341 kasus yang semua pelakunya adalah WNI. Total pelaku laki-laki sebanyak 323 orang dan total pelaku perempuan sebanyak 18 orang. (szr)