Penumpang Pesawat di Sumbawa Mengaku Membawa Bom

Sumbawa Besar (suarantb.com)

Bayu Putra Perdana (19), warga kelurahan Jepara, Kecamatan Bubuta, Surabaya, terpaksa berurusan dengan pihak kepolisian, Kamis (7/7). Hal ini lantaran ulahnya yang mengaku membawa bom dan membuat para penumpang pesawat Wings Air panik.

Akibat ulahnya tersebut, penerbangan pun sempat ditunda, dan semua penumpang diturunkan. Dalam hal ini petugas langsung melakukan evakuasi yang bersangkutan. Kemudian melakukan pemeriksaan di beberapa sudut pesawat. Begitu pula Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad, S.IK yang juga menjadi salah satu penumpang pesawat tersebut segera memerintahkan anggotanya untuk mengamankan pemuda yang diketahui sebagai karyawan PT LV Logistic tersebut untuk dimintai keterangan.

Kepala Bandara Muhammad Kaharuddin III Sumbawa, I Kadek Yuli Sastrawan kepada Suara NTB menyebutkan, peristiwa bermula saat proses boarding dan semua penumpang sudah berada di dalam pesawat. Seorang pramugari kemudian menegur salah satu penumpang untuk memindahkan tasnya ke atas bagasi. Mengingat tas tersebut diletakkan di bawah kakinya. Penumpang tersebut menolak dan mengatakan bahwa di dalam tasnya tersimpan bom. Baik pramugari ataupun penumpang lainnya yang sempat mendengar lontaran pemuda tersebut panik. Pramugari kemudian melaporkannya kepada pilot pesawat. Sesuai SOP, semua penumpang diturunkan. “Sesuai SOP, pramugari langsung melapor kepada kapten. Kemudian penumpang diturunkan semua. Bahkan yang bersangkutan juga diamankan untuk diperiksa,” ujarnya.

Dari pemeriksaan yang dilakukan, sambung Kepala Bandara, ucapan dari penumpang tersebut tidak terbukti. Mengingat di dalam tasnya hanya terdapat pakaian, sarung, alat mandi, serta sebotol madu. Yang bersangkutan juga mengakui hanya bercanda. Setelah dipastikan semuanya normal, penumpang langsung diterbangkan dari Bandara Muhammad Kaharuddin III ke Bandara Internasional Lombok (BIL). Hanya saja yang bersangkutan diamankan ke pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. “Untuk proses lanjutnya yang bersangkutan sudah diserahkan ke pihak kepolisian untuk dimintai keterangan,” tukasnya seraya menambahkan pihaknya tetap melakukan antisipasi pengamanan di Bandara sesuai standar dan prosedur yang ada.

Kapolres Sumbawa, AKBP Muhammad, S.IK yang dikonfirmasi menyebutkan, peristiwa itu sempat membuat panik penumpang, akibat candaan dari salah seorang penumpang yang mengaku membawa bom di dalam tasnya. Hal ini didengar langsung awak kabin dan langsung mengambil langkah-langkah. Saat itu Kapolres juga menjadi salah satu penumpang pesawat . Kemudian memerintahkan anggotanya untuk mengamankan yang bersangkutan. Meskipun sempat diturunkan dan penerbangan ditunda, setelah situasi normal dalam waktu yang tidak lama penumpang kemudian diterbangkan. Hanya saja yang bersangkutan diamankan untuk dimintai keterangan. “Yang bersangkutan sudah kami amankan. Saat ini tengah menjalani pemeriksaan di Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sumbawa,” ujarnya.

Disebutkan Kapolres, atas kejadian tersebut yang bersangkutan dapat dijerat dengan pasal 437 ayat 1. Di mana setiap orang yang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam pasal 344 huruf e dengan pidana paling lama 1 tahun penjara. Kapolres menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak bermain-main atau bercanda mengatakan adanya bom. Tidak hanya di bandara saja, tetapi di tempat keramaian lainnya. Mengingat dapat dikenakan sanksi sesuai dengan pasal 437 ayat 1 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan dan ayat 2 jika mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda.

Sementara Bayu saat ditemui Suara NTB di Polres Sumbawa belum bisa memberikan komentar banyak atas ucapannya tersebut. Ia hanya menyampaikan hal tersebut hanya bercanda, dan dilakukan spontanitas. (ind)