Kasus BBD Loteng, Jaksa Hadirkan Pekerja Kandang Kambing Sebagai Saksi

Mataram (suarantb.com) – Kasus dugaan korupsi Balai Bedah Desa (BBD) pada Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Lombok Tengah tahun 2010 kembali digelar. Kasus tersebut menyeret Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), Lalu Priadi Utama.

Dalam sidang hari ini, Kamis, 21 Juli 2016 Jaksa Penuntut Umum (JPU) kembali menghadirkan seorang saksi. Mawardi seorang pekerja kandang kambing dalam proyek BBD Loteng diperiksa sebagai saksi.

Dalam kesaksiannya, Mawardi mengaku diperintahkan oleh Ali Wardana selaku Ketua Kelompok BBD dan Kamsiah selaku Sekretaris BBD untuk membuat kandang kambing seluas 5×10 meter di beberapa desa.

Mawardi mengaku dibayar per harinya sebesar Rp. 60.000. Menurut Mawardi, dalam setiap desa yang menerima program BBD diberikan dana yang relatif sesuai kebutuhan kandang kambing yang akan dibangun.

“Ada yang Rp 19 juta, ada yang Rp 17 juta yang mulia, tergantung jumlah kandang yang akan dibuat,” kata Mawardi di hadapan Majelis Hakim.

Pria yang lupa tanggal lahirnya ini mengaku tidak hanya beberapa kali bertemu terdakwa Priadi.
“Saya ketemu terdakwa saat terdakwa melakukan cek tukang di desa saya. Kemudian saya bawa ke rumah salah seorang tukang,” jelasnya.

Sebelumnya sidang sempat ditunda beberapa menit karena Penasehat Hukum terdakwa belum hadir. Sidang rencananya akan dilanjutkan pekan depan masih dalam agenda pemeriksaan saksi. (szr)