Hujan Mulai Guyur Kota Mataram dan Lobar, Ini Penjelasan BMKG

Mataram (suarantb.com) – Berdasarkan Prakiraan Musim Hujan 2017/2018 Provinsi NTB yang dirilis oleh BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat di laman resminya http://iklim.ntb.bmkg.go.id, awal musim hujan di NTB tergantung pada Zona Musim (ZOM) setiap wilayah. Sehingga musim hujan di NTB tidak akan terjadi bersamaan di wilayah NTB.

Kasi Data dan Informasi Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Luhur Tri Uji Prayitno menjelaskan NTB memiliki 21 ZOM dengan nomor ZOM 220 hingga 241. Sebanyak 1 ZOM (5%) akan memasuki musim hujan di bulan Oktober, 8 ZOM (38%) di bulan November dan 12 ZOM (57%) di bulan Desember.

Iklan

“Awal musim hujan akan datang paling cepat pada Oktober dasarian III atau akhir Oktober, dimulai dari wilayah sekitar Kota Mataram dan sebagian Lombok Barat,” ujarnya, Kamis, 5 Oktober 2017.

Secara umum, untuk Pulau Lombok diperkirakan musim hujan akan jatuh pada bulan November. Wilayah Lombok Barat bagian selatan seperti Sekotong dan Lembar akan diguyur hujan pada akhir November. Wilayah Lombok Tengah dan sebagian besar Lombok Timur awal musim hujan jatuh pada pertengahan November.

“Wilayah Lombok yang paling lambat memasuki musim hujan adalah di wilayah pesisir Lombok Timur seperti Sambelia dan Labuhan Haji, yang awal musim hujannya jatuh pada pertengahan Desember,” imbuhnya.

“Normalnya memang untuk musim hujan dimulai dari sebelah barat. Hal ini disebabkan karena salah satu tanda masuknya musim hujan adalah mulai aktifnya angin baratan. Sehingga umumnya Pulau Lombok khususnya bagian barat seperti Kota Mataram dan sekitarnya akan masuk musim hujan lebih awal,” lanjutnya.

Sementara itu, untuk Pulau Sumbawa secara umum awal musim hujan akan jatuh pada bulan Desember. Wilayah yang paling cepat memasuki musim hujan adalah Sumbawa bagian tengah seperti Kecamatan Batulanteh dan Lenangguar pada pertengahan November. Wilayah-wilayah lain di Pulau Sumbawa umumnya akan memasuki musim hujan pada awal hingga pertengahan Desember.

Meskipun sudah mulai turun hujan dalam beberapa hari terakhir, namun curah hujan masih dalam kategori rendah atau < 50 milimeter per dasarian. Perlu diketahui, bahwa dalam penentuan kriteria musim, BMKG menggunakan curah hujan sebagai parameter utamanya. Definisi musim hujan menurut BMKG adalah apabila curah hujan yang terukur dalam periode 1 dasarian (10 harian) lebih dari 50 milimeter dengan diikuti 2 dasarian berikutnya. (ros)