Hujan Lebat, Tiga Jembatan di Bima Putus

Jembatan di Bima yang putus akibat diterjang banjir pasca hujan lebat yang terjadi Sabtu, 29 Februari 2020. (Suara NTB/Ist)

Bima (Suara NTB) – Tim penanggulangan bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung Kabupaten Bima mencatat tiga jembatan di daerah setempat, terputus akibat hujan lebat yang menyebabkan banjir pada Sabtu, 29 Februari 2020.

Tiga jembatan tersebut masing-masing di Desa Sai dan Sampungu Kecamatan Soromandi. Dua jembatan ini merupakan wewenang Pemerintah Provinsi (Pemprov) NTB. Satu jembatan lainnya yang putus yakni di Desa Hidirasa, Kecamatan Lambu.

Iklan

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Bima, Bambang Hermawan S.Sos MM, mengatakan, akibat hujan lebat yang terjadi Jumat dan Sabtu kemarin ada tiga titik jembatan yang terputus. ‘’Ada tiga jembatan yang putus, kita sudah meninjau ke lokasi tiga jembatan ini,’’  katanya kepada Suara NTB akhir pekan kemarin.

Berdasarkan analisa, penyebab jembatan putus karena kondisinya terlalu rendah dari permukaan tanah sehingga air sungai yang mengalir begitu deras membawa puing-puing kayu hingga menutupi jalan ataupun bahu jembatan. “Seperti jembatan di Sai dan Soromandi,” katanya.

Meski tidak ada pengungsian ataupun tidak ada korban jiwa. Namun hujan lebat tersebut juga membuat tanaman bawang merah milik petani desa Sai hancur akibat diterjang banjir gunung. “Ada sekitar dua hektar tanaman bawang merah petani desa Sai yang hancur diterjang banjir,” katanya.

Sementara satu jembatan lainnya yang terputus dihantam banjir yakni jembatan kecil atau deker jalan desa Hidirasa Kecamatan Lambu, jaraknya sekitar 2,5 km sebelum kantor Pemerintah Desa Hidirasa. “Banjir yang terjadi akibat gundulnya hutan di wilayah Kecamatan Lambu,” katanya.

Bambang mengatatakan, jembatan tersebut merupakan akses ekonomi warga Kecamatan Lambu. Sementara jalan raya tersebut kewenangan Pemerintah Kabupaten Bima. “Saat ini diupayakan membuat jembatan darurat supaya aksess perekonomian warga berjalan lancar.

Selain menyebabkan tiga jembatan terputus, hujan lebat pada Jumat dan Sabtu pekan kemarin, juga menyebabkan empat unit rumah warga Desa Sumi dan pagar SDN 1 Sumi rusak. ‘’Saluran drainase juga sudah tersumbat lumpur,’’ katanya.

Bambang menambahkan, terkait kondisi jembatan dan jaringan irigasi di Desa Sai dan Sampungu yang rusak, pihaknya telah melaporkan dan berkoordinasi dengan Pemprov NTB. ‘’Sudah kita laporkan, dan segera ditindaklanjuti,’’ pungkasnya. (uki)