Hujan Disertai Angin Kencang, Masyarakat Diimbau Waspadai Pohon Tumbang dan Banjir

0
Petugas dari DLKH Lotim dan BPBD Lotim melakukan evakuasi pohon tumbang di Kabupaten Lotim akibat hujan deras disertai angin kencang pada Rabu, 3 Februari 2021.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Cuaca ekstrem berupa derasnya intensitas hujan disertai angin kencang memiliki potensi di Kabupaten Lombok Timur (Lotim) hingga beberapa hari ke depan. Kondisi inipun perlu diwaspadai oleh masyarakat terhadap terjadinya pohon tumbang dan banjir bandang.

Demikian disampaikan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Lotim, M. Zaidar Rohman, Kamis, 4 Februari 2021. Dikatakannya pihaknya tengah melakukan pemangkasan terhadap pohon-pohon besar yang berpotensi tumbang saat terjadi hujan disertai angin kencang. Pemotongan ranting pohon ataupun penebangan dilakukan secara bertahap mengingat keterbatasan personel.

IKLAN

Sistem yang diterapkan juga berupa masyarakat diperkenankan menebang sendiri dan kayunya bisa diambil. Tentu pengawasan DLHK melekat sebagai penentu pohon-pohon yang ditebang. Apabila menunggu LHK untuk menebang pohon-pohon besar yang rawan tercatat ribuan, maka dibutuhkan waktu sekitar tiga tahunan dengan keterbatasan sarana dan prasarana serta personel.

“Yang penting dilaporkan dan diperiksa terlebih dahulu oleh tim DLHK, baru ada rekomendasi cukup dipangkas saja atau ditebang. Prinsip saling membantu dan memberi rasa aman,”tegasnya.

Sementara berdasarkan siaran Pers dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebagian besar wilayah Indonesia yaitu 94 persen dari 342 zona musim saat ini telah memasuki puncak musim hujan seperti yang telah diprediksikan sejak Oktober 2020 lalu. Dalam hal ini, puncak musim hujan akan terjadi pada Januari dan Februari 2021, untuk itu perlu diwaspadai terjadinya cuaca ekstrem.

Untuk kondisi cuaca, terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah NTB. Peningkatan kecepatan angin ini disebabkan adanya pola tekanan rendah di wilayah selatan ekuator tepatnya di wilayah daratan Australia bagian Utara, terpantau tekanan rendah mencapai (992 hPa) hingga (1001 hPa).

Pola tekanan rendah tersebut menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan yang cukup signifikan yang berdampak terjadinya peningkatan kecepatan angin khususnya di wilayah NTB dengan kecepatan angin maksimum mencapai 36 hingga 40 km/jam.

Selain itu perlu juga diwaspadai meningkatnya intensitas curah hujan di wilayah NTB disebabkan adanya daerah konvergensi atau daerah pertemuan massa udara di wilayah perairan Nusa Tenggara, serta tingginya kelembaban udara pada lapisan dekat permukaan hingga 500 mb yakni 70% hingga 100%, yang mendukung potensi pertumbuhan awan hujan di wilayah di NTB.

Kondisi cuaca wilayah NTB untuk tiga hari ke depan, masih berpotensi terjadi peningkatan kecepatan angin di wilayah di NTB, serta perlu juga di waspadai terjadi hujan dengan intensitas sedang- lebat disertai kilat/petir dan angin kencang pada pagi hingga malam dini hari di Kota Mataram, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Utara, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Dompu, Kota Bima dan Bima.

Informasi Prakiraan Tinggi Gelombang tinggi di wilayah NTB yang melebihi 2.0 meter di Selat Lombok bagian utara dan selatan, Selat Alas bagian utara dan selatan, perairan utara Sumbawa, Samudera Hindia Selatan NTB,  Selat Sape bagian Utara dan Selatan.

Atas kondisi tersebut, masyarakat diimbau agar selalu waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan, seperti terjadinya genangan air, tanah longsor, banjir, angin kencang yang terjadi secara tiba-tiba, pohon tumbang. Termasuk kurangnya jarak pandang saat berkendara.

Selain itu, bagi pengguna dan operator jasa transportasi laut, nelayan, wisata bahari dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah pesisir, diimbau untuk mewaspadai tinggi gelombang yang melebihi 2.0 meter di Selat Lombok bagian Utara dan Selatan, Selat Alas bagian Utara dan Selatan, Perairan Utara Sumbawa, Samudera Hindia Selatan NTB,  Selat Sape bagian Utara dan Selatan serta selalu memperhatikan informasi BMKG khususnya informasi peringatan dini cuaca. (yon)