Hujan Deras, Disdik Mataram Minta Perhatikan Kondisi Sekolah

H. L. Fatwir Uzali (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Dinas Pendidikan Kota Mataram meminta pihak sekolah memperhatikan keselamatan terkait kondisi hujan deras yang terjadi sejak Minggu, 5 Desember 2021 sampai dengan Senin, 6 Desember 2021. Sekolah diminta untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar sesuai kondisi sekolah masing-masing.

Kepala Bidang Pembinaan Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan Kota Mataram, Hj. Sabariah pada Senin, 6 Desember 2021 mengatakan, sampai dengan Senin, 6 Desember 2021 siang belum ada sekolah di Kota Mataram yang melaporkan terdampak banjir. “Kalau air masuk ke halaman sekolah sudah biasa dan sebentar sudah surut,” katanya.

Iklan

Sabariah menyampaikan, kepala Dinas Pendidikan Kota Mataram, Drs. H. Lalu Fatwir Uzali, M.Pd., sudah meminta kepada para kepala sekolah untuk menyesuaikan kegiatan belajar mengajar dengan kondisi yang ada di masing-masing sekolah.

Fatwir melalui pesan yang disampaikan kepada para kepala sekolah menyampaikan, agar kepala sekolah memperhatikan sekolah masing-masing agar kegiatan belajar mengajar berjalan sesuai kondisi saat ini. “Silakan kepala sekolah dan dengan guru memutuskan segala sesuatu untuk keberlangsungan proses belajar mengajar di sekolah,” ujar Fatwir.

Fatwir juga menyampaikan, agar pihak sekolah memperhatikan kondisi sekitar sekolah, sehingga keselamatan semua warga sekolah terjaga.

“Cuaca memang kurang bersahabat, mohon pohon-pohon di dalam sekolah menjadi perhatian,  jangan menjadi hal yang berbahaya bagi siswa dan guru, serta bangunan-bangunan sekolah, termasuk melihat kondisi selokan-selokan, genteng untuk segera diatasi. Semoga semua berjalan baik,” ujar Fatwir.

Pantauan Suara NTB, hujan deras tidak menyurutkan anak-anak pergi sekolah. Apalagi, Senin kemarin bersamaan dengan ujian semester, sehingga anak-anak maupun orang tua harus menerobos hujan agar bisa sampai ke sekolah. Meski demikian, banyak juga anak-anak yang telat datang ke sekolah, karena rumahnya tergenang air sampai selutut orang dewasa.

‘’Tadi pagi saya tidak bisa keluar cepat. Air yang mengenangi lingkungan rumah saya sampai menutupi ban sepeda motor. Tapi untungnya, air cepat surut dan terlambat datang ke sekolah,’’ tutur, Subhan, salah satu orang tua murid di SDN 10 Mataram. (ron)

Advertisement