Hujan Deras di NTB Tandai Awal Kemarau

Ilustrasi musim hujan (Gambar oleh WikimediaImages dari Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Hujan deras disertai petir terjadi di beberapa wilayah NTB, pada Sabtu,1 Mei 2021. Kondisi tersebut secara umum menandakan masa transisi perubahan musim hujan menuju kemarau.

“Secara umum cuaca seperti ini lazim terjadi pada masa transisi antara musim hujan ke kemarau atau sebaliknya,” ujar Prakirawan Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Zainuddin Abdul Madjid (Bizam), Joko Raharjo saat dihubungi.

Iklan

Ia menerangkan, berdasarkan data pengamatan pergerakan angin terdapat shearline atau perubahan mendadak pada komponen angin horizontal yang mengalami perlambatan di sekitar wilayah NTB. Kondisi ini mendukung terbentuknya awan hujan.

“Kondisi suhu muka yang hangat di perairan Selatan NTB atau di Samudra Indonesia juga mendukung adanya potensi uap air yang cukup pembentuk awan hujan,” jelasnya.

Secara umum curah hujan di seluruh wilayah NTB pada dasarian III April 2021 berada pada kategori rendah. Yaitu 0-50 mm per dasarian. Di mana curah hujan tertinggi terjadi di wilayah Darek, Lombok Tengah, dengan jumlah curah hujan sebesar 21 mm per dasarian.

“Sifat hujan pada dasarian III April 2021 di seluruh wilayah NTB berada pada kategori Bawah Normal (BN),” ujar Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi Lombok Barat, Suci Agustiarini.

Berdasarkan monitoring musim kemarau 2021 pada dasarian III April 2021 menunjukkan beberapa wilayah di NTB sudah memasuki musim kemarau. Antara lain Lombok Barat meliputi wilayah Gerung; Lombok Tengah meliputi wilayah Batukliang, Batu Nyala, Mujur; Lombok Timur meliputi wilayah Pringgabaya, Perigi, Swela; Lombok Utara meliputi wilayah Tanjung; dan Sumbawa meliputi wilayah Moyo Utara, Moyohilir, dan Terano.

Pada dasarian pertama Mei diperkirakan terdapat peluang curah hujan lebih besar dari 50 mm per dasarian sebesar 10-20 persen. Antara lain di Lombok Timur bagian utara, Lombok Barat bagian selatan, Mataram, Sumbawa Barat, Sumbawa bagian timur, Sebagian Dompu dan Bima.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat lebih bijak menggunakan air bersih di awal musim kemarau. “Tapi masyarakat juga perlu tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi terjadinya cuaca ekstrem yang bersifal lokal,” tandasnya. (bay)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional