Hujan Belum Merata, Utara Lotim Dingin, Selatan Panas

Embung rakyat di Desa Sekaroh Kecamatan Jerowaru masih mengering, karena intensitas hujan yang belum normal. (Suara NTB/rus)

Selong (Suara NTB) – Hujan yang mengguyur Lombok Timur (Lotim) belum merata. Lotim bagian utara seperti sudah sering hujan. Bahkan, pada hari Minggu, 22 November 2020 turun hujan es. Kondisi ini berbanding terbalik dengan Lotim bagian selatan yang sampai saat ini masih kekeringan dan panas.

Prakirawan Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Kadek Katriavi Karlina, S.Tr., menjelaskan, ada perbedaan kondisi cuaca untuk wilayah Lombok bagian Selatan dengan Lombok bagian Barat dan Utara.

Menurutnya, terjadi perbedaan tersebut dikarenakan posisi topografi kedua wilayah yang berbeda.Secara klimatologisnya Mataram dan Lombok Barat akan memasuki musim hujan terlebih dahulu, menyusul wilayah Lombok bagian Selatan, Timur, Sumbawa hingga ke Bima. “Tergantung zona musim (ZOM)-nya masing-masing,” jelasya.

Diakuinya, Mataram dan Lombok Barat untuk seminggu ini hujan lebat intens terjadi karena wilayah tersebut sudah memasuki musim penghujan. Sementara untuk Lotim bagian selatan diperkirakan akan memasuki musim penghujan pada akhir November dan awal Desember 2020 mendatang.

Sepekan ke depan potensi hujan diperkirakan akan terus meningkat. Pihaknya memperkirakan puncak musim penghujan di wilayah Lombok Timur bagian selatan terjadi pada bulan Januari 2021.

Masyarakat diimbau untuk bersiap menghadapi puncak musim hujan penghujan. Musim hujan kali ini katanya diperkirakan akan lebih basah jika dibandingkan musim hujan tahun lalu. Kondisi ini dikarenakan musim hujan tahun ini diikuti oleh fenomena la nina sedang yang hingga saat ini masih berlangsung di wilayah Samudra Pasifik dan Indonesia bagian timur.

Selanjutnya, belum mengguyurnya hujan di Lotim bagian selatan ini membuat pemerintah masih tetap melakukan pendistribusian air bersih untuk warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lotim, Toni Satria Wibawa saat dikonfirmasi mengatakan, hujan baru mulai turun. Warga yang terkena musibah kekeringan ini belum menikmati air hujan, sehingga pemerintah tetap siaga melakukan pengiriman air. (rus)