Hujan Badai, BTNT Belum Berani Buka Jalur Pendakian

Deny Rahadi. (Suara NTB/Jun)

Dompu (Suara NTB) – Balai Taman Nasional Tambora (BTNT) Kabupaten Dompu, belum berani membuka jalur resmi pendakian menuju kaldera raksasa Gunung Tambora. Ancaman keselamatan pengunjung jadi salah satu pertimbangan mereka. Pasalnya, hujan badai disertai petir hampir tiap hari terjadi di area puncak.

Kepala Sub Bagian Tata Usaha BTNT, Deny Rahadi, S. Hut., M. Si., kepada wartawan di kantornya, Kamis, 5 Maret 2021 menjelaskan, penutupan semua jalur pendakian itu diambil menyusul kondisi cuaca yang kurang bersahabat bagi pengunjung. “Kami takutnya ada insiden karena Dirjen KSDAE mengharapkan semua wisata pendakian maupun lainnya harus zero insiden,” ungkapnya.

Iklan

Selama dua bulan terakhir, sudah beberapa penyedia jasa wisata mempertanyakan waktu pembukaan kembali empat jalur pendakian. Namun melihat perkembangan cuaca saat ini, baginya masih belum memungkinkan untuk mengambil kebijakan tersebut.

Hujan badai disertai petir yang terus terjadi, berpotensi membuat pohon tumbang dan bajir, sehingga mengancam keselamatan pendaki. “Kondisi cuaca saat ini memang tidak memungkinkan untuk buka. Tetapi kita tetap memantau perkembangannya,” ujar dia.

Ditegaskan Deny Rahadi, pengelolaan taman nasional tambora tidak berorientasi pada pendapatan, tetapi lebih fokus menciptakan atraksi wisata yang bisa dinikmati masyarakat luas, tentunya dengan tetap mengedepankan kenyamanan dan keselamatan mereka.

Selama masa penutupan akibat cuaca buruk, disadari tidak menutup kemungkinan ada wisatawan yang nekat mendaki lewat jalur-jalur ilegal. Namun demikian, jika kedapatan petugas di lapangan mereka tidak saja mendapat sanksi fisik, tetapi identitasnya langsung masuk daftar blacklist pendakian gunung di Indonesia. “Terutama di kawasan konservasi. Ini adalah wujud implementasi dari arahan Dirjen KSDAE,” pungkasnya. (jun)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional