Hotel Penunggak Pajak akan Ditagih Jaksa

Seorang pengendara hendak keluar dari area parkir di RSUD Kota Mataram, Minggu, 1 Agustus 2021. Pengelola parkir di RSUD Kota Mataram merupakan salah satu dari dua SKK yang diterbitkan Pemkot Mataram untuk menagih tunggakan pajak parker ini. (Suara NTB/cem)

Mataram (Suara NTB) – Pemkot Mataram melalui Badan Keuangan Daerah (BKD) kembali mengeluarkan surat kuasa khusus (SKK) ke Kejaksaan untuk menagih tunggakan pajak. Pelibatan aparat penegak hukum ini untuk mengoptimalkan penagihan.

SKK yang diterbitkan itu terhadap tunggakan pajak oleh salah satu hotel di Jalan Sriwijaya dan tunggakan pajak parkir di rumah sakit.

Iklan

Kepala Bidang Pelayanan, Penyuluhan dan Penagihan pada BKD Kota Mataram, Ahmad Amrin menyampaikan, berbagai cara ditempuh untuk menagih tunggakan pajak terhadap pengusaha hotel dan pengelola parkir di Kota Mataram. Pihaknya telah mengirim surat secara resmi dan bertemu dengan manajemen. Pengusaha menyanggupi untuk membayar, tetapi menjadi persoalan proses pembayaran tidak sesuai komitmen. “Mereka memang bayar dengan cara dicicil. Tetapi kan tidak sesuai progres yang kita harapkan,” kata Amrin.

Dia memahami bahwa saat ini dalam kondisi sulit akibat pandemi coronavirus disease atau Covid-19. Akan tetapi, tunggakan pajak yang diminta adalah jauh sebelum pandemi. Pengusaha harus menyetorkan ke kas daerah karena pajak itu dititipkan masyarakat untuk pemerintah. “Kita tidak nagih yang sekarang. Yang kita tagih itu pajak jauh sebelum pandemi,” ucapnya.

Kepala BKD, H. M. Syakirin Hukmi menambahkan, terhadap penunggak pajak itu telah ditempuh berbagai cara, tetapi belum ada progres. Pihaknya memutuskan menyerahkan proses penagihan ke Kejaksaan dengan menerbitkan SKK. “SKK sudah kita terbitkan terhadap dua pengusaha itu,” tambah Syakirin.

Setelah SKK diterbitkan akan menjadi kewenangan lembaga Adhyaksa untuk menagih. Komunikasi dengan pengusaha diserahkan sepenuhnya ke Kejaksaan. Meskipun tidak secara terang – terangan menyebut identitas pengusaha, Syakirin mengharapkan progres penagihan piutang itu berjalan dengan baik. “Kita tunggu saja apapun progresnya kita serahkan sepenuhnya ke Kejaksaan,” tandasnya. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional