Hotel Kebanjiran Tamu, Karyawan Kembali Bekerja

0
Ernanda. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Ajang balap motor internasional di Mandalika menggairahkan kembali bisnis perhotel dan restoran di NTB. Hotel kebanjiran pesanan kamar. Karyawan yang sempat dirumahkan selama pandemi Covid-19, kini kembali bekerja.

Hal itu dikemukakan Ketua Perhimpunan General Manager Hotel atau Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) Provinsi NTB, Ernanda. Menurutnya, balap motor di Sirkuit Mandalika menjadi pengungkit semangat bagi para pelaku perhotelan.

IKLAN

Karena pandemi, sejak 2020 lalu okupansi (tingkat hunian) hotel jeblok. Tidak sedikit hotel di NTB memilih tutup sementara. “Tapi berkat WSBK, hotel-hotel mulai bergairah,” jelas Ernanda.

Okupansi hotel di sekitar Kawasan Mandalika jelas sudah mencapai 100 persen, saat WSBK. Pesanan kamar hotel mengalir masuk. Secara umum, 90 persen kamar hotel di Pulau Lombok sudah dipesan saat puncak WSBK pada 19-21 November 2021.

Ernanda mengatakan, pesanan hotel ini sebagian besar dari tamu-tamu domestik. Karena tingginya permintaan, hotel-hotel mempekerjakan kembali karyawan yang sempat dirumahkan karena dampak pandemi.

Secara keseluruhan mengenai kesiapan hotel, bagi Ernanda , SDM hotel sudah terbiasa menyambut tamu-tamu asing dan bekerja 24 jam. Demikian juga penerapan protokol kesehatan saat pandemi di perhotelan.

Seluruh hotel sudah mengacu pada standar CHSE.  Yaitu penerapan protokol kesehatan yang berbasis pada Cleanliness (Kebersihan), Health (Kesehatan), Safety (Keamanan), dan Environment Sustainability (Kelestarian Lingkungan).

Ernanda mengatakan, terutama untuk hotel bintang, sertifikasi dilakukan untuk mendapatkan sertifikat bintang yang dilakukan lembaga sertifikasi usaha.

“Sertifikasi hotel bintang item-itemnya 90 persen mirip dengan CHSE. Jadi kalau disyaratkan lagi sertifikasi CHSE, artinya dua kali sertifikasi untuk item yang sama. Teman teman sudah memenuhinya sejak lama. Jadi tanpa sertifikasi CHSE-pun, sebetulnya hotel-hotel ini sudah CHSE. Sudah sangat siap sekali melayani tamu WSBK,” imbuhnya.

Ernanda berharap, keberadaan Sirkuit Mandalika ini diharapkan terus eksis menyelenggarakan kegiatan balap motor sekelas regional dan nasional, saat tidak diselenggaraknnya event MotoGP. Agar seluruh kegiatan usaha ikutannya tetap bergerak. “Untuk tuan rumah sport tourism, NTB sudah sangat siap,” demikian kesimpulannya. (bul/aan)