Hotel Giri Putri Eks dan Rumdis Sekda NTB akan Dilelang Terbuka

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB akan melelang secara terbuka Hotel Giri Putri dan eks rumah dinas Sekda NTB yang lokasinya berhadapan langsung dengan lapangan Sangkareang Mataram.

Lelang terbuka atau “beauty contest” dilakukan untuk memberikan kesempatan kepada semua pihak yang bersedia memanfaatkan atau mengelola aset pemerintah provinsi tersebut.

Iklan

“Beauty contest akan kita lakukan dengan sasaran peserta dari semua kalangan, terutama kalangan swasta agar aset ini memberi manfaat optimal,” kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi NTB, Drs. H. Supran, MM., ditemui di ruang kerjanya, Jumat (19/5) kemarin.

“Beauty contest” eks rumah dinas Sekda NTB di Jalan Catur Warga Kota Mataram ini, rencananya bersamaan akan dilelang dengan lelang aset Hotel Giri Putri yang ada di sampingnya. Mantan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB ini menyebut luas lahan eks rumah dinas sekda lebih dari setengah hektar. Jika ditambah dengan aset Pemprov NTB di sampingnya (wisma Giri Putri) jadi luas keseluruhannya lebih dari satu hektar.

“Lahannya luas, memanjang ke belakang. Silahkan, kita mengundang siapa saja yang bersedia memanfaatkan dan mengelolanya,” katanya mempersilahkan. Menurut H. Supran, pemerintah daerah telah mempertimbangkannya hingga diputuskan aset tersebut di lelang terbuka.

“BPKAD sudah memikirkan upaya pemanfaatan kedua lahan yang menjadi aset daerah tersebut agar bisa memberikan kontribusi terhadap PAD (Pendapatan Asli Daerah),” imbuhnya.

Salah satu yang menjadi perencanaan adalah membangun hotel dengan pertimbangan NTB merupakan daerah pariwisata, khususnya di Kota Mataram yang sering menjadi pusat kegiatan berskala nasional dan internasional.

Kendati demikian, perencanaan pemanfaatan lahan yang menjadi aset daerah tersebut perlu dibahas dengan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya. Dengan begitu, bisa dikaji seperti apa aspek ekonomi, ilmiah, tata ruang dan aspek lainnya.

Dari hasil kajian bersama nantinya, dapat dijadikan acuan kepala daerah untuk memutuskan pemanfaatan aset tersebut. Apakah disiapkan untuk pembangunan hotel, atau sejenisnya.

Supran lebih jauh memaparkan, Hotel Giri Putri, saat ini masih dikelola oleh pihak swasta dengan mekanisme bagi hasil dengan Pemprov NTB, diterima Rp 100 juta/tahun.

Kendati akan dilelang terbuka, untuk Hotel Giri Putri, pemerintah daerah masih memberikan kelonggaran kepada pengelolanya berupa perpanjangan masa kontrak sampai dengan rampungnya proses lelang.

“Target kami, tahun 2018 aset-aset tersebut akan jelas siapa pengelola dan pemanfaatannya,” ujarnya. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here