Hotel di Mataram Mulai Terisi

Ilustrasi kamar hotel. (Gambar oleh ming dai dari Pixabay)

Mataram (Suara NTB) – Tingkat hunian hotel di Kota Mataram selama musim libur panjang saat ini tercatat pada kisaran 20 persen. Padahal, mengikuti libur panjang wisatawan Eropa pada tahun-tahun sebelumnya, tingkat okupansi tersebut dapat mencapai 50 – 60 persen.

Ketua Asosiasi Hotel Mataram (AHM), Yono Sulistyo, menerangkan sebagian besar hotel di Mataram saat ini mulai terisi. Pengusaha hotel telah membuka kembali usahanya, termasuk memfasilitasi kegiatan meetings, incentives, conference, and exhibitions (MICE).

Iklan

Diterangkan, pembukaan kembali usaha tersebut dilakukan dengan mengikuti protokol kesehatan yang direkomendasikan. “Ada peningkatan sedikit. Bulan lalu 15 persen, dan sekarang ada kenaikan sedikit (jadi) 20 persen,” ujarnya saat dikonfirmasi, Jumat, 31 Juli 2020.

Peningkatan terseut juga didukung dengan dibukanya kembali kegiatan MICE oleh beberapa instansi dan lembaga. Kendati demikian, MICE hanya dilaksanakan setengah hari tanpa menginap seperti sebelum pandemi virus corona (Covid-19).

Terpisah, Ketua Kehormatan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB, I Gusti Lanang Patra, menerangkan rata-rata okupansi hotel di NTB saat ini pada kisaran 20 persen. Hal tersebut mengikuti pemakaian 40 – 50 kamar secara keseluruhan.

Di sisi lain, lama waktu menginap tamu juga disebut mengalami penurunan dibanding sebelum terjadinya pandemi. “Ini kan Juli sampai Agustus harusnya masa high season. Banyak wisman (wisatawan mancanegara) itu datang berlibur, tapi karena kondisinya lagi covid begini (jadi berkurang),” jelasnya, Jumat, 31 Juli 2020.

Menurutnya, jika dibandingkan tahun lalu tingkat okupansi hotel di NTB saat ini telah jauh menurun. Apalagi melihat okupansi yang hanya mencapai 20 persen pada musim liburan seperti saat ini, khususnya untuk daerah Tiga Gili (Trawangan, Air, Meno) dan Senggigi sebagai destinasi wisata andalan.

  Bersih dan Tenangnya Pantai Loko Piko di KLU

Diterangkan, Tiga Gili dan Senggigi sebelumnya memang kerap didatangi wisatawan Eropa selama musim libur panjang. “Itu biasanya wisatawan banyak berkunjung ke sana dan di sana okupansinya bisa di atas 90 persen,” ujarnya.

Tingkat hunian kamar hotel di NTB saat ini diakui bersifat fluktuatif. Mengikuti kunjungan wisman yang juga masih minim akibat pandemi Covid-19, termasuk untuk kunjungan wisatawan domestik luar NTB sendiri.

“Orang juga berpikir mau berlibur. Sekarang ini yang isi hunian kamarnya hanya orang-orang pebisnis saja. Sedangkan untuk wisatawan hitungannya masih kecil,” jelas Lanang.

Pihaknya memprediksi okupansi hotel akan kembali normal paling cepat tahun depan. Didukung dengan upaya pemulihan sektor pariwisata pascapandemi Covid-19 oleh pemerintah dan pelaku usaha.

“Tahun depan (kita harapkan) mulai pulih kembali okupansinya. Kalau untuk sekarang, masih kecil harapan kita,” tandas Lanang. (bay)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here