Hotel di Lotim Bagian Selatan, Terkendala Akses Transportasi dari Mandalika

0
Hotel-hotel di selatan Lotim siap menyambut tamu MotoGP. Meski demikian, tamu yang menginap ke lokasi ini masih terkendala transportasi, sehingga tamu masih sepi. (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Hotel-hotel yang ada di Lombok Timur (Lotim) bagian selatan sudah sangat siap menyambut kedatangan tamu perhelatan MotoGp sirkuit Mandalika Lombok Tengah (Loteng). Hanya saja, akses transportasi dari dan Mandalika ke hotel-hotel ini sangat minim.

Demikian disampaikan pemilik Panorama Cottage dan Village Desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru, Rut Seran saat ditemui Kamis, 13 Januari 2022. Diakuinya, sampai saat ini, sudah ada lima calon tamu yang sekedar bertanya-tanya tentang Panorama Cottage.

IKLAN

 “Kita sudah prepare sambut MotoGP, sudah bersih-bersih pantai dan lainnya,” terang Rut – sapaan akrabnya.

Pemilik hotel yang berada di pantai Teluk Ekas ini menyebut ia mempersiapkan 14 kamar yang siap pakai dan memberikan layanan full service kepada tamu. Jumlah kamar yang disediakan ini bisa mengurangi tingkat kekurangan kamar untuk para tamu MotoGP.

Besar harapannya, pemerintah menyiapkan akses transportasi yang memudahkan para tamu-tamu hotel di selatan Lotim. Jalur darat dari Mandalika ke Ekas dibutuhkan waktu sekitar 45 menit. Jalan yang dilewati dinilai sudah cukup bagus. Biaya transportasi dar Loteng ke Lotim ini diakui cukup mahal, yakni berkisar Rp 350-400 ribu per orang.  Sebagai pengusaha akomodasi, para pemilik hotel katanya sudah sangat siap dengan jualannya. “Tinggal mohon kepada pemerintah siapkan transportasi, support pemerintah kepada hotel sehingga mudah kita jualan,” paparnya.

Selain jalur darat, jalur laut sebenarnya juga bisa menjadi alternatif. Pilihannya bisa menggunakan fast boat. Butuh waktu hanya 20-30 menit dari Pelabuhan Awang ke Ekas dan jaraknya hanya 6 km.

 Kawasan Selatan Lotim sambung Ruth Seran banyak yang bisa dinikmati wisatawan, antara lain diving, kano dan selancar. Wisatawan ke Ekas diyainkan dipastikan betah. Panorama sejauh ini 98 persen tamunya dari Eropa dan Amerika. Tamu-tamu dari mancanegara senang dengan night club (klub malam). “Sebenarnya tidak hanya tamu mancanegara, tamu lokal juga butuh tempat untuk ngopi dan nongkrong,” imbuhnya.

Keberadaan night club, katanya, jangan disalah mengerti. Para tamu mancanegara sudah sangat mengerti dan dipastikan tidak akan membuat masalah.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Lotim Dr. H. Mugni menyebut, di Lotim hotel dan homestay sudah sangat siap menyambut kendatangan tamu MotoGP. Sedianya sekitar 800 kamar tersedia.

Menjelang perhelatan balap bergengsi kelas dunia ini, para pelaku-pelaku wisata sudah banyak mempersiapkan sejumlah paket penginapan. Hasil rapat terakhir menyarankan disediakan penginapan-penginapan baru, termasuk lokasi-lokasi camping ground. “Kemah-kemah berapa kapasitasnya itu dihitung, karena memang sampai begitu kondisinya,” ucap Mugni. Rumah-rumah penduduk diharapkan bisa disulap menjadi tempat penginapan. Kehadiran MotoGP ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Lotim sudah ada asosiasi-asosiasi pelaku wisata yang bisa langsung dihubungi oleh para wisatawan. Keberadaan homestay ada di seluruh Lotim diyakini sudah mempersiapkan diri menyambut kedatangan tamu. (rus)