Hotel di KSB Masih Rumahkan Karyawan

0
Ilustrasi

Taliwang (Suara NTB) – Sebagian besar hotel yang beroperasi di Sumbawa Barat masih merumahkan jumlah karyawannya. Masih rendahnya tingkat okupansi sejak pandemi covid-19 melanda menjadi faktor utama sehingga kebijakan merumahkan harus dilakukan. Bahkan di salah satu hotel di kecamatan Sekongkang semua karyawannya sudah dirumahkan.

“Hasil pengecekan lapangan yang kami lakukan memang hampir sebagai besar hotel di KSB masih merumahkan karyawan. Kondisi ini tentu sangat kita sayangkan karena akan menambah angka pengangguran,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Pemuda Olahraga (Disparpora) KSB, Ir. IGB Sumbawanto M.Si, kepada Suara NTB. Pemerintah juga tidak bisa memaksa perusahaan untuk memperkerjakan mereka dengan kondisi yang tidak mungkin dilakukan.

IKLAN

Kebijakan merumahkan karyawan terpaksa dilakukan, karena biaya yang dikeluarkan terus membengkak sementara tidak ada uang yang masuk. Pihaknya juga sudah memanggil seluruh pengelola hotel di KSB untuk membahas kondisi yang dialami di lapangan. Upaya itu sengaja dilakukan dengan harapan pengelola tidak kembali merumahkan karyawan yang dimiliki. Sebagai tindak lanjut dari upaya tersebut, saat ini tim dari Dinas juga sudah berada di lapangan untuk melakukan pengecekan kondisi terkini di lapangan. “Mereka (pengelola hotel) diharapkan untuk tidak lagi merumahkan karyawannya meski di tengah pandemi covid-19 saat ini. Kami juga akan tetap membantu pengelola hotel dalam hal apapun supaya tidak ada yang merumahkan para karyawannya,” sebutnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan tidak ada satupun hotel di wilayah setempat yang tutup lantaran minimnya okupansi. Bahkan di wilayah selatan (Sekongkang dan Maluk) masih ada orang yang menginap khususnya karyawan Subkon yang ada di PT AMNT. Sementara untuk wisatawan dari luar daerah sampai saat ini belum ada yang datang ke KSB untuk liburan.  ” Kita tidak bisa memaksakan perusahaan untuk tidak melakukan hal tersebut (merumahkan karyawan) karena kondisinya memang tidak bisa diselamatkan lagi. Kami juga akan terus memantau kondisi terkini di lapangan, mudah-mudahan tidak ada lagi upaya perusahan untuk kembali merumahkan karyawan yang mereka miliki,” pungkasnya. (ils)