HIV/AIDS Lotim Sepertiga Kasus di NTB

Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2020 tingkat Provinsi NTB dipusatkan di Kabupaten Lotim, Selasa, 1 Desember 2020.(Suara NTB/yon)

Selong (Suara NTB) – Peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2020 tingkat Provinsi NTB dipusatkan di Pendopo Bupati Lombok Timur (Lotim), Selasa, 1 Desember 2020. Pada peringatan ini terungkap jika kasus HIV/AIDS di Kabupaten Lotim terbanyak atau sepertiga kasus di NTB dengan 239 kasus hingga tahun 2020 ini.

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi,SpA., di Selong, mengingatkan, sesuai dengan Millennium Development Goals (MDGs) 2030 agar tidak ada lagi pasien HIV maupun AIDS. Itulah menjadi dasar peringatan Hari AIDS Sedunia tahun 2020 mengambil tema Kolaborasi, Tingkatkan Solidaritas 10 Tahun Menuju Akhir AIDS Tahun 2030.

Selain itu, ujarnya, dipusatkan Peringatan Hari AIDS Sedunia tingkat provinsi di Kabupaten Lotim, karena kumulatif nya di NTB terjadi, 1.151 kasus berdasarkan data tahun 2001 sampai sekarang ini. Kasus terbesar disumbang Kabupaten Lotim dengan 239 di Lotim dalam kurun waktu tersebut atau hampir sepertiga jumlah kasus terjadi di NTB.

Banyaknya kasus di Lotim, ujarnya, bukan berarti kesannya negatif. Tapi ini menunjukkan Kabupaten Lotim telah bekerja keras menemukan kasus HIV dan AIDS. Bahkan di tahun ini, ditemukan 21 kasus HIV maupun AIDS di Kabupaten Lotim. Di antaranya 18 HIV dan 3 kasus AIDS.   “Ini sudah menjadi prestasi Kabupaten Lotim karena berhasil menemukan kasus HIV dan AIDS,” ungkapnya.

Dikatakan berprestasi, tambahnya, karena biasanya kasus HIV/AIDS ditemukan ketika korban dalam kondisinya berat untuk kemudian ditangani. Sementara apabila dapat dideteksi lebih dini, maka peluang hidup normal dan produktif bagi penderita lebih besar.

Sementara, Asisten II Setda Lotim, Drs. Haris, mendorong supaya semua pihak serius dalam menangani kasus HIV/AIDS di daerah ini. Terutama keterlibatan pendampingan agar masyarakat mendapat layanan kesehatan dalam mencegah terjadinya penularan HIV/AIDS maupun berbagai jenis penyakit lainnya.

Ia mengajak supaya edukasi-edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar masyarakat memiliki pemahaman yang memadai terhadap segala macam penyakit. Tak terkecuali HIV/AIDS yang sampai saat ini belum diketahui obatnya secara spesifik. “Mari kita sama-sama edukasi masyarakat. Kasus HIV/AIDS kita di Lotim cukup tinggi,” ujarnya. (yon)