Hipmi Belum Mampu Jadi Mitra Pemerintah

Mataram (Suara NTB) – Kepengurusan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Provinsi NTB, periode 2014-2017 dinilai belum mampu menjadi mitra strategis pemerintah. Tidak ada gerakan perhimpunan pengusaha muda ini di NTB.

Kevakuman Hipmi hingga akan berakhir masa pengurusan 2017 ini diakui secara terbuka oleh Ketua I Hipmi Provinsi NTB, Budi Wawan. “Memang vakum dan belum ada yang dilaksanakan program-program yang tertuang dalam AD/ART,” katanya di Mataram, Senin, 30 Januari 2017.

Iklan

Ketua Hipmi NTB dalam pelantikannya saat itu menyebutkan, dengan komposisi pengurus yang dipilih akan  menjalankan amanat AD/ART Hipmi mendukung program pemerintah daerah, terutamanya yang berkaitan dengan pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Langkah strategis yang menjadi programnya, dengan menciptakan klinik entrepreneur yang nantinya menjadi konsultan bisnis bagi segala persoalan yang menyangkut dunia usaha. Juga akan dilanjutkan program sebelumnya, dan saling bersinergi dengan pemerintah daerah juga dalam mendukung penguatan dan penciptaan Wira Usaha Baru (WUB).

Semua program tersebut tak ada jejak, Budi Wawan mengakui persoalannya ada pada internal organisasi. “Seluruh pengurus mungkin sibuk dengan usahanya masing-masing, dan terpencar-pencar di kabupaten/kota,” jelasnya.

Yang menjadi PR Hipmi Provinsi NTB adalah Rapat Kerja Daerah (Rakerda) dan Pendidikan Pelatihan Daerah (Diklatda) yang harusnya dilaksanakan setiap tahun sekali. PR itu adalah perintah organisasi dan DPP, daerah lain menurutnya aktif melakukannya.

“Sebenarnya kita khawatir juga Hipmi NTB off side dari aturan-aturan nasional. Teman-teman memang seharusnya mengambil peran untuk melaksanakan program dengan baik. Ini kritik bagi kami,” imbuhnya.

Ada program-program pemberdayaan dan pembentukan wirausaha baru, harusnya memang Hipmi mengambil peran ikut menyukseskan program tersebut dalam mendukung SDM lokal bersaing di pasar global.

“Jaringan Hipmi tidak saja nasional, bahkan global. Tapi belum kita lakukan, termasuk kaderisasi. Kita masih berharap Hipmi bisa bangkit kembali dan melakukan konsolidasi,” demikian Budi Wawan. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here