Hingga Triwulan I, 328 Desa Belum Peroleh DD di NTB

Sudarmanto (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melalui Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPB) NTB mencatat ratusan desa belum memperoleh pencairan dana desa (DD) hingga triwulan I 2021. Dari 1.005 desa di NTB, baru 677 desa yang memperoleh DD tahap I senilai Rp283,514 miliar lebih.

‘’Sedangkan sebanyak 328 desa, belum memperoleh DD karena belum memenuhi persyaratan yang ditentukan untuk pencairan tahap I,’’ sebut Kepala Kanwil DJPB NTB, Sudarmanto, S.E., M.M., dikonfirmasi pekan kemarin. Ia menyebutkan, dari Rp1,247 triliun pagu DD tahun 2021 untuk NTB, baru Rp283,514 miliar atau 22,72 persen yang telah disalurkan Kemenkeu.

Iklan

Sebesar Rp283,514 miliar DD tahap I yang telah disalurkan tersebut, dengan rincian Lombok Barat Rp52,2 miliar, Lombok Tengah Rp30,2 miliar, Lombok Timur Rp93,7 miliar, Bima Rp11,8 miliar, Sumbawa Rp42,5 miliar, Dompu Rp18,2 miliar, Sumbawa Barat Rp11,1 miliar, dan Lombok Utara Rp23,4 miliar.

Dari delapan kabupaten di NTB, hanya Lombok Barat dan Lombok Utara yang semua desanya memperoleh DD tahap I. Masing-masing untuk Lombok Barat sebanyak 119 desa dan Lombok Utara 43 desa. Sedangkan di Lombok Tengah, dari 127 desa, baru 28 desa yang memperoleh DD tahap I.

Kemudian, Lombok Timur dari 239 desa, sebanyak 221 desa yang telah memperoleh DD tahap I. Selanjutnya, Bima, baru 36 desa dari 191 desa yang ada telah mendapatkan DD tahap I.

Di Sumbawa, baru 142 desa yang memperoleh DD tahap I dari jumlah desa sebanyak 157, Dompu baru 53 desa dari 72 jumlah desa yang ada di sana. Serta di Sumbawa Barat, baru ada 35 desa dari 57 desa yang telah memperoleh DD tahap I.

Sudarmanto mengatakan pada masa pandemi ini, DD digunakan sebesar 8 persen untuk penanganan Covid-19 di desa. Kemudian, pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD sebesar Rp300 ribu per bulan kepada masyarakat miskin yang tidak tercover bantuan sosial lainnya seperti PKH dan Bantuan Sembako. Sisanya, DD digunakan untuk pembangunan infrastruktur fisik dan non fisik di desa.

Terkait dengan alokasi DD sebesar 8 persen untuk penanganan Covid-19, Sudarmanto mengatakan jika suatu desa memperoleh DD sebesar Rp1 miliar. Maka dana untuk penanganan Covid-19 harus disiapkan sebesar Rp80 juta.

‘’Kalau DD sebesar Rp1 miliar, maka Rp80 juta untuk Covid-19. Sisanya, untuk BLT, berapa banyak orang miskin yang belum dapat bantuan sosial yang lain. Sisanya, untuk pembangunan infrastruktur dan non fisik,’’ terangnya.

Berdasarkan catatan Kanwil DJPB NTB hingga triwulan I, sebanyak 507 desa yang mengalokasikan DD untuk penanganan Covid-19 dan 601 desa yang mengalokasikan DD untuk BLT. Sebanyak 507 desa yang mengalokasikan DD untuk penanganan Covid-19 tersebar di Lombok Barat 22 desa, Lombok Tengah 120 desa, Lombok Timur 163 desa, Bima 27 desa, Sumbawa 83 desa, Dompu 45 desa, Sumbawa Barat 21 desa dan Lombok Utara 26 desa.

Sedangkan 601 desa yang mengalokasikan DD untuk BLT, tersebar di Lombok Barat 119 desa, Lombok Tengah 23 desa, Lombok Timur 221 desa, Bima 23 desa, Sumbawa 104 desa, Dompu 49 desa, Sumbawa Barat 19 desa, dan Lombok Utara 43 desa. (nas)

Advertisement ucapan idul fitri ucapan idul fitri ucapan idul fitri Jasa Pembuatan Website Profesional